Gunung Tangkuban Perahu

287 Hits
Kabupaten Bandung Barat
Pemerintah Bandung Barat

twa.tangkubanperahu.grpp@gmail.com

Gunung Tangkuban Perahu Bandung

Orang Indonesia mana yang tidak kenal dengan salah satu Tempat Wisata di Bandung yaitu Gunung Tangkuban Perahu yang melegenda dan terkenal ini? Penulis yakin dari anak kecil hingga orang dewasa pasti akan mengetahui mengenai kepopuleran serta legenda yang melekat dengan Gunung yang merupakan simbol pariwisata Bandung, dan hal ini tentu saja akan selalu diingat dan dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia. Nah seperti apa keistimewaan dan daya tarik dari Gunung Tangkuban Perahu Bandung ? Mari kita simak bahasannya di bawah ini.

tangkuban-perahu-bandung-jawa-barat

Ya benar sekali, cerita Sejarah Gunung Tangkuban Perahu Bandung ini memang memiliki nilai khusus tersendiri sehingga semua orang tahu, dan bagi yang belum tahu justru akan menambah rasa penasaran untuk mengunjungi tempat wisata yang memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa indahnya ini, serta tentunya yang menjadi daya tarik lainnya dari gunung yang dekat dengan kawasan wisata Lembang ini adalah suhu alam pegunungan yang dingin dan merupakan salah satu gunung yang terbilang masih aktif di indonesia. Tapi meskipun terbilang masih aktif, Gunung Tangkuban Perahu tidaklah berbahaya bagi masyarakat yang hendak melihat dari dekat keindahan gunung ini. Bagaimanapun keindahan serta kisah legenda kontroversialnya yang melekat di gunung ini yaitu tentang cerita seorang anak yang bernama Sangkuriang, yang mencintai dan sekaligus ingin menikahi ibunya sendiri yang bernama Dayang Sumbi.

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu Bandung

Gunung-Tangkuban-Perahu

Cerita Gunung Tangkuban Perahu Bandung memang sangat legendaris dan penuh dengan kontroversial. Di balik keindahan alam serta sejuk dan dinginnya kawasan ini, ternyata objek wisata di Bandung Barat ini menyimpan sejuta misteri tentang sebuah kasus yang menurut penulis adalah kasus incest atau perkawinan sedarah pada zaman dahulu kala, yang meskipun belum terjadi namun hal ini melatarbelakangi nama sebuah gunung yang begitu termasyur hingga kini.

Nah, apabila anda belum mengetahui atau mau merefresh kembali cerita seputar kisah sangkuriang yang mencintai ibunya Dayang sumbi hingga dari kisah kasih itu terbentuklah Gunung Tangkuban Perahu, silahkan anda baca di Sejarah Tangkuban Perahu.

Wisata Gunung Tangkuban Perahu Bandung

Gunung yang terbilang masih aktif ini terletak di sebuah kawasan tempat wisata alam Bandung yang berdekatan dengan daerah Lembang yang juga merupakan primadona pariwisata daerah Jawa Barat, tempat wisata alam khas pegunungan yang banyak memiliki keunikan serta tentunya keindahan panorama serta kesejukan udaranya ini mampu menarik banyak jumlah kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke tempat yang asri dan sangat indah ini pada saat akhir pekan, apalagi ketika musim liburan panjang tiba.

Pada tahun 2014 lalu, Gunung Tangkuban Perahu Bandung pernah beberapa kali ditutup akses jalan masuknya oleh pemerintah daerah Jawa Barat karena diperkirakan akan meletus. Hal tersebut dikarenakan intensitas semburan kawah serta asap belerang yang meningkat dikhawatirkan menjadi pertanda bahwa Gunung Tangkuban Perahu ini  akan meletus dan tentunya sudah sangat berbahaya bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke sini serta akan mengancam keselamatan mereka. Oleh karena itu, Gunung ini sempat beberapa kali ditutup dari aktifitas wisata, meskipun beberapa waktu kemudian dibuka kembali dikarenakan aktifitas vulkaniknya dirasa dan dianggap sudah kembali ke keadaan normal dan tidak berbahaya.

harga-tiket-masuk-tangkuban-perahu

Apa sih yang menjadi daya tarik utama Tempat Wisata di Bandung Barat ini bagi para wisatawan? Yang pasti adalah Gunung Tangkuban Perahu Bandung ini adalah salah satu kawasan pegunungan terbaik yang Indonesia miliki, karena selain nilai sejarah Gunung Tangkuban Perahu yang melegenda, lokasi wisata ini juga  merupakan kawasan lindung hutan, yang masih terjaga kelestarian, keasrian dan kesegaran udaranya.

Selain itu, alasan lain yang membuat tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu selalu dipenuhi oleh para wisatawan di akhir pekan apalagi di musim liburan adalah karena Gunung Tangkuban Perahu adalah kawasan hutan gunung yang udaranya sangat dingin, maka sudah jelas nilai jual kesejukan tempat menjadi alasan yang membuat wisatawan asal luar kota seperti Jakarta atau daerah lainnya di Indonesia yang datang ke tempat ini senang dan betah berlama diri menikmati indah dan suhu pegunungan di tempat wisata Bandung ini.

Perlu diketahui, bahwa tingkat suhu rata-rata di kawasan hutan Gunung Tangkuban Perahu pada siang hari berada dikisaran 17 derajat Celsius, sementara suhu di malam harinya jauh lebih ekstrim lagi karena bisa mencapai 2 derajat Celcius. Oleh karena itu setiap pengunjung yang hendak ke sini baiknya membawa jaket yang tebal agar tidak kedinginan.

Informasi lainnya Tempat Wisata di Bandung adalah bahwa Tangkuban Perahu memiliki tiga kawah utama yang terbentang luas, sehingga apabila anda mencoba menyusuri alur jalan di setiap sisinya bisa menghabiskan waktu kira-kira 2 jam lebih. Oleh karena itu apabila anda berencana datang ke sini untuk menikmati keindahan kawasan ini dianjurkan memakai sepatu dan perlu menyiasati waktu, karena kawasan wisata yang beroperasi mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.00 sore ini bisa diselimuti kabut sewaktu-waktu.

Tiga kawah utama Gunung Tangkuban Perahu ternyata sudah berumur puluhan ribu tahun. Tercatat bahwa kawah yang pertama kali muncul setelah letusan adalah kawah paguyangan badak (tempat berendam badak dalam bahasa Indonesia) yang berumur kurang lebih 90 ribu sampai 40 ribu tahun, yang kemudian dalam fase pergerakan tanah atau geologis memunculkan kawah baru secara berurutan yakni kawah upas yang saat ini dikenal dengan kawah ratu yang berumur 10 ribu tahun.

Satu lagi, apabila anda berada di Gunung Tangkuban Perahu persiapkanlah untuk membawa masker atau sapu tangan untuk penutup hidung. Hal itu dikarenakan bahwa anda sudah pasti akan bersentuhan atau merasakan bau belerang atau sulfur yang bisa sangat menyengat hidung. Dan yang tak kalah pentingnya juga apabila anda menyusuri tepian kawah yang bisa memakan waktu 2 jam, maka siapkanlah payung untuk menjaga kita dari sengatan sinar matahari, karena tanpa kita sadari meskipun kita merasakan hawa sejuk dan dingin, kulit kita bisa terbakar secara tidak sadar karena itu.

Hotel Terdekat

Peluang Pariwisata Serupa