Posisi Investasi Internasional Indonesia Tetap Stabil

22 Hits
Januari 8, 2019
-

Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia relatif stabil pada kuartal ketiga 2018. PII Indonesia pada akhir kuartal ketiga 2018 mencatat neto kewajiban sebesar US $ 297,0 miliar, atau 28,5 persen dari produk domestik bruto (PDB), relatif tidak berubah dari pada akhir kuartal sebelumnya, menurut pernyataan dari Bank Indonesia pada hari Senin (31/12/18).

Perkembangan tersebut sejalan dengan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan Aset Finansial Luar Negeri (AFLN). Posisi KFLN Indonesia meningkat seiring dengan masuknya aliran masuk modal asing. Posisi KFLN Indonesia pada akhir kuartal ketiga 2018 naik $ 1,6 miliar, atau 0,3 persen kuartal ke kuartal (qtq), menjadi $ 633,6 miliar. Peningkatan tersebut didorong oleh masuknya aliran modal asing, sebagian besar dalam bentuk investasi langsung dan investasi lainnya, yang mencerminkan optimisme dalam kinerja ekonomi domestik. Peningkatan lebih lanjut dalam posisi KFLN  tertahan oleh penguatan dolar AS terhadap rupiah yang mengakibatkan penurunan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.

Posisi AFLN Indonesia meningkat terutama karena akuisisi aset investasi lainnya. Posisi AFLN Indonesia pada akhir kuartal ketiga 2018 naik $ 1,5 miliar, atau 0,5 persen qtq, menjadi $ 336,6 miliar. Selain investasi lainnya, akuisisi investasi langsung dan investasi portofolio juga berkontribusi pada peningkatan posisi AFLN. Bank Indonesia memandang bahwa perkembangan PII Indonesia pada akhir kuartal ketiga 2018 tetap sehat.

Bank Indonesia percaya bahwa kinerja PII Indonesia akan meningkat lebih lanjut sejalan dengan stabilitas ekonomi yang terjaga dan pemulihan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, didukung oleh konsistensi dan sinergi dalam kebijakan reformasi moneter, fiskal, dan struktural.

Sumber : www.antaranews.com

Berita Serupa