Kota Tasikmalaya

340 Hits

Profil

Berkas:Logo Kota Tasikmalaya.pngAlun-alun TasikmalayaKota Tasikmalaya adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sang Mutiara dari Priangan Timur sebutan lain bagi kota ini, seiring dengan perkembangan kota ini.

Sejarah

Sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas dari sejarah berdirinya kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya. Sebelumnya, kota ini merupakan ibukota dari kabupaten Tasikmalaya, kemudian meningkat statusnya menjadi kota administratif tahun 1976, pada waktu A. Bunyamin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, dan kemudian menjadi pemerintahan kota yang mandiri pada masa Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dipimpin oleh bupatinya saat itu H. Suljana W.H.

Sang Mutiara dari Priangan Timur itulah julukan bagi kota Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Barat. Kota ini terletak pada 108° 08′ 38″ – 108° 24′ 02″ BT dan 7° 10′ – 7° 26′ 32″ LS di bagian Tenggara wilayah Propinsi Jawa Barat. Kota ini dahulu adalah sebuah kabupaten, namun seiring dengan perkembangan, maka terbentuklah 2 buah bentuk pemerintahan yaitu Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Kota Tasikmalaya.

Tonggak sejarah lahirnya kota Tasikmalaya, mulai di gulirkan ketika Kabupaten Tasikmalaya di pimpin oleh A. Bunyamin, Bupati Tasikmalaya periode tahun 1976 – 1981. Pada saat itu melalui peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976 diresmikanlah Kota Administratif Tasikmalaya oleh Menteri Dalam Negeri yang pada waktu itu dijabat oleh H. Amir Machmud. Walikota Administratif pertama adalah Drs. H. Oman Roosman, yang dilantik oleh Gubernur Jawa barat, H. Aang Kunaefi

Pada awal pembentukannya, wilayah kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3 Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa.

Kemudian pada tahun 2001, dirintislah pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya oleh Bupati Tasikmalaya, Kol. Inf. H. SuIjana Wirata Hadisubrata (1996 – 2001), dengan membentuk sebuah Tim Sukses Pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diketuai oleh H. Yeng Ds. Partawinata SH. Melalui proses panjang akhirnya dibawah pimpinan Bupati Drs. Tatang Farhanul Hakim, pada tanggal 17 Oktober 2001 melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI di Jakarta bersama-sama dengan kota Lhoksumawe, Langsa, Padangsidempuan, Prabumulih, Lubuk Linggau, Pager Alam, Tanjung Pinang, Cimahi, Batu, Sikawang dan Bau-bau. Selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2001 pelantikan Drs. H. Wahyu Suradiharja sebagai Pejabat Walikota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate Bandung.

Melalui Surat Keputusan No. 133 Tahun 2001, tanggal 13 Desember 2001 Komisi Pemilihan Umum membentuk Panitia Pengisian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tasikmalaya (PPK-DPRD), selanjutnya pengangkatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, No. 171/Kep.380/Dekon/2002, tanggal 26 April 2002, dan pada tanggal 30 April 2002 keanggotaan DPRD Kota Tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14 November 2002, Drs. H. Bubun Bunyamin dilantik sebagai Walikota Tasikmalaya, sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.

Sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 8 Kecamatan dengan jumlah Kelurahan sebanyak 15 dan Desa sebanyak 54, tetapi dalam perjalanannya melalui Perda No. 30 Tahun 2003 tentang perubahan status Desa menjadi Kelurahan, desa-desa dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berubah statusnya menjadi Kelurahan, oleh karena itu maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, sedangkan untuk kecamatan bertambah menjadi 10 kecamatan, yang antara lain :

  1. Bungursari
  2. Cibeureum
  3. Cihideung
  4. Cipedes
  5. Indihiang
  6. Jamanis
  7. Kawalu
  8. Mangkubumi
  9. Purbaratu
  10. Tamansari
  11. Tawang

Pemerintahan

Kota Tasikmalaya diresmikannya sebagai Kota Administratif Tasikmalaya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976, dengan Walikota Administratif Pertama yaitu Drs. H. Oman Roosman yang dilantik oleh Gubernur Jawa Barat H. Aang Kunaefi. Pada awal pembentukannya, wilayah Kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3 Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung, dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa.

Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, bersama-sama dengan Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kota Padang Sidempuan, Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau, Kota Pagar Alam, Kota Tanjung Pinang, Kota Cimahi, Kota Batu, Kota Singkawang, dan Kota Bau-Bau, selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2001, Drs. H. Wahyu Suradiharja dilantik sebagai Penjabat Walikota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate Bandung.

Melalui Surat Keputusan No. 133 Tahun 2001, tanggal 13 Desember 2001 Komisi Pemilihan Umum membentuk Panitia Pengisian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tasikmalaya (PPK-DPRD), selanjutnya pengangkatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, No. 171/Kep.380/Dekon/2002, tanggal 26 April 2002, dan pada tanggal 30 April 2002 keanggotaan DPRD Kota Tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14 November 2002, Drs. H. Bubun Bunyamin dilantik sebagai Walikota Tasikmalaya, sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.

Sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 8 kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak 15 dan desa sebanyak 54, kemudian melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 30 Tahun 2003 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan, desa-desa di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berubah statusnya menjadi kelurahan, maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, selanjutnya kecamatan di Kota Tasikmalaya dimekarkan lagi sehingga menjadi sepuluh kecamatan.

Batas wilayah

  • Utara: Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya
  • Selatan: Kabupaten Tasikmalaya
  • Barat: Kabupaten Tasikmalaya
  • Timur: Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya

Pendidikan

Kota Tasikmalaya merupakan pusat pendidikan ketiga terbesar di Jawa Barat setelah Bandung dan Bogor, hal ini dibuktikan oleh banyaknya institusi pendidikan yang berada di kota ini seperti Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, Cabang UPI Bandung yang berada di Tasikmalaya, BSI Tasikmalaya,belasan bahkan puluhan universitas swasta, dan Universitas Negeri Siliwangi yang merupakan Universitas terbesar di wilayah priangan timur dan selatan. Universitas Siliwangi atau yang biasa dikenal Unsil ini merupakan universitas pilihan yang menjadi prioritas. Hal ini membuktikan bahwa rekam jejak universitas ini sangat bagus dan tidak dapat dipandang sebelah mata.

Tasikmalaya dikenal sebagai Kota Santri, khususnya di era sebelum 1980-an karena hampir di seluruh di wilayah ini tersebar pondok pesantren yang mengajarkan agama Islam, baik pondok besar maupun kecil, bahkan melahirkan tokoh perjuangan nasional di antaranya adalah Zainal Mustafa.

Berikut ini nama Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta :

  1. Universitas Siliwangi ( UNSIL )
  2. Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI )
  3. Universitas Perjuangan Tasikmalaya (UNPERTAS)
  4. Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya ( UMTAS )
  5. STIA YPPT Tasikmalaya
  6. STAIN Tasikmalaya
  7. STAINU Tasikmalaya
  8. STISIP Tasikmalaya
  9. STT YBSI Tasikmalaya
  10. STHG Galunggung Tasikmalaya
  11. POLTEKKES KEMENKES Tasikmalaya
  12. STIKES BTH Tasikmalaya
  13. STIKES Respati Tasikmalaya
  14. STIKES Muhamadiyah Tasikmalaya
  15. AKBID Syahida Komunika Tasikmalaya
  16. STIKES Bakti Kencana Tasikmalaya
  17. Politeknik Triguna
  18. AMIK BSI Tasikmalaya
  19. LP3I Tasikmalaya
  20. STIMIK DCI Tasikmalaya
  21. AKPARTA Siliwangi Tasikmalaya
  22. STAIC Cipasung Tasikmalaya
  23. STIE Cipasung Tasikmalaya
  24. STIPER Cipasung Tasikmalaya
  25. STIE Latifah Mubarokiyah Tasikmalaya
  26. STAI Al Maarif Tasikmalaya
  27. STAI Al Hasanah Tasikmalaya
  28. Akademi Analis Kesehatan Tasikmalaya
  29. STIMIK Tasikmalaya
  30. DPS ( Dirgantara Pilot School ) Tasikmalaya

Perekonomian

Hampir 70%, pusat bisnis, pusat perdagangan dan jasa, dan pusat industri di priangan timur dan selatan berada di kota Ini. Priangan Timur dan selatan yakni membentang dari Kota Banjar di ujung timur jawa barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi di ujung barat jawa barat, Wilayah priangan timur dan selatan ini mencapai 40% total keseluruhan wilayah Jawa Barat, itu artinya sepertiga lebih dari pusat perekonomian yang ada di Jawa Barat berada di Kota ini. Oleh karena itu, sangat cocok bagi para investor baik itu bidang perhotelan, sarana dan prasarana, pusat perbelanjaan untuk menanamkan modalnya di kota priangan timur ini. Kota Tasikmalaya membuka peluang yang sebesar – besarnya bagi para investor untuk berinvestasi di kota ini. Kota Tasikmalaya sendiri berpenduduk sekitar 700 ribuan, sehingga sangat potensial untuk dijadikan pangsa pasar investasi.

Kota Tasikmalaya terletak di jalur utama selatan Pulau Jawa di wilayah provinsi Jawa Barat. Kota ini juga memiliki perkembangan yang lebih baik dibandingkan kota-kota besar lainnya yang cenderung stagnan atau jalan di tempat tanpa ada pembangunan yang berarti atau signifikan. Oleh karena itu, para investor baik itu investor lokal maupun asing yang akan menanamkan modalnya perlu melirik kota ini sebagai salah satu kota yang sangat potensial dan strategis untuk mengembangkan usaha. Bagi para investor lokal yang akan melakukan ekspansi atau perluasan cabang dapat menjadikan kota ini sebagai salah satu pilihan terbaik. Bagi investor asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia, kota ini dapat dijadikan basis usaha baru. Di Indonesia, kawasan potensial saat ini harus dikembangkan ke daerah-daerah sehingga pembangunan dapat lebih merata, saat ini kawasan industri hanya terpusat di Jabodetabek, Surabaya, Semarang dan Bandung, hal ini dapat menyebabkan kawasan tersebut menjadi jenuh dan tidak terkendali. Oleh karena itu, Kota ini dengan tangan terbuka membuka kesempatan yang sangat besar bagi para investor untuk menanamkan modalnya di kota ini. Bidang-bidang yang sangat potensial di kota ini diantaranya adalah bidang perhotelan, perbankan, pusat perbelanjaan baru, pusat pendidikan, pusat wisata belanja dan pusat industri. Sebagai kota besar yang berkembang pesat dan kota yang memiliki segudang potensi alam, pusat belanja dan oleh-oleh, pusat budaya maupun seni, sebagai tempat perhelatan acara-acara akbar seperti festival, kejuaraan nasional, pusat kuliner, dan tujuan pendidikan utama, kota ini masih minim jumlah hotel yang representatif dibandingkan kota-kota besar lainnya, oleh karena itu bidang perhotelan sangat cocok untuk dikembangkan di kota ini. Kota Tasikmalaya masih membutuhkan banyak jumlah hotel baru untuk lebih memajukan geliat ekonomi di kota ini.

Tasikmalaya memiliki berbagai potensi yang belum dikembangkan secara maksimal misalnya industri bordir yang sudah mendunia, tetapi sekarang pemerintah kota mulai membuat suatu tempat pameran bordir untuk para pengrajin Tasik, yang berlokasi di Kawalu.

Pariwisata

Saat ini, Kota Tasikmalaya tengah gencar-gencarnya mengadakan berbagai macam festival berskala nasional maupun internasional seperti Tasik Festival (TAFFEST), Tasik Open 2010 dalam bidang olahraga tingkat nasional, Festival Kuliner Tasikmalaya, Tasikmalaya Craft and Culture Festival, dan festival-festival lainnya yang rutin diadakan tiap tahun di kota ini. Hal ini membuat perekonomian di Kota Tasikmalaya benar-benar menggeliat dan maju, karena banyaknya antusiasme para pengunjung dari seluruh Indonesia yang hendak menyaksikan langsung kemeriahan festival-festival tersebut. Tentunya festival-festival tersebut memperkenalkan Tasikmalaya di mata Indonesia dan mancanegara serta mengangkat perekonomian warga Tasikmalaya itu sendiri tentunya. Oleh karena itu juga, kini nama Tasikmalaya dikenal sebagai kota modern yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal, budaya Sunda khas Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya memiliki segudang potensi pariwisata, diantaranya adalah wisata alam, kerajinan, wisata belanja, wisata religi, seni, budaya, UKM, dll. Dalam potensi UKM dan kerajinan masyarakat, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki jumlah UKM terbesar setelah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat) di Jawa Barat. Kota ini memiliki segudang kerajinan beraneka bentuk dan rupa yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Dengan banyaknya UKM yang tersebar di kota ini, Kota Tasikmalaya disebut juga sebagai Kota UKM. Kerajinan khas
Tasikmalaya antara lain adalah Bordir Tasikmalaya yang telah mendunia, Payung Geulis yang telah menjadi ikon Jawa Barat, Kelom Geulis, sandal tradisional asli buatan bangsa Indonesia, batik Tasikmalaya yang tidak kalah dari batik-batik lainnya di Pulau Jawa dengan ciri khasnya, dan kerajinan–kerajinan lainnya. Kota ini memiliki panorama alam seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Cipatujah, dan objek wisata lainnya ditata menjadi objek wisata alam yang menawan, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai kota tujuan wisata di Indonesia.

Kreatifitas dan Industri

Kota Tasikmalaya berada persis di tengah-tengah jantung bumi Priangan Timur dan Selatan, diapit oleh Ciamis dengan objek wisata Pangandaran-nya yang telah melegenda, Sumedang dengan objek wisata museum yang menyimpan sejarah perkembangan bumi priangan, dan Garut dengan objek wisata Cipanas-nya yang tersohor. Dengan Posisi Kota Tasikmalaya yang sangat strategis tersebut menjadikan kota ini sebagai Pusat MICE terbesar di Jawa Barat setelah Kota Bandung dan Kota Bogor. Banyak para pelaku tujuan bisnis, wisata, industri, pendidikan, dan lain-lain menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai tempat yang tepat untuk memulai aktivitasnya dan dijadikan base camp dari seluruh penjuru Pulau Jawa yang hendak ke Bumi Priangan.

Kuliner

Salah satu jajanan yang paling terkenal enak dan banyak dikunjungi wisatawan luar kota adalah Anita Bakery Jl Veteran no 81, Mie Bakso Laksana. Makanan khas Tasikmalaya adalah Tutug Oncom atau biasa disebut TO. Makanan ini disajikan dengan nasi hangat dengan sambal goang, sayuran lalaban, tahu-tempe dan ayam goreng atau ikan asin. Kini, tutug oncom tersedia dalam bentuk kemasan abon tutug oncom, dan yang paling terkenal adalah Abon Tutug Oncom “Waroeng Nadya” buatan Ibu Yani yang dapat dibeli di toko oleh-oleh di Tasikmalaya.

Pusat jajanan dan oleh-oleh tersebar di Jalan Veteran Anita Bakery, Jalan Sutisna Senjaya Rammona, RE Martadinata Raja Sale, Toko Roti Unyil Simpang Lima, Lintang Leuwianyar, Supermarket Samudera HZ Mustofa & Asia Cihideung dan Supermarket Asia Plaza, Toko Segar Singaparna.

Pusat perbelanjaan modern dan hiburan

  1. Anita Bakery Jl Veteran
  2. Asia Plaza
  3. Mayasari Plaza
  4. Guardian
  5. Sports Station
  6. d’Cost
  7. Solaria
  8. Pizza Hut
  9. ACE Hardware & Informa
  10. Bioskop 21, Tasikmalaya
  11. Gramedia, Tasikmalaya
  12. Toko Buku Karisma
  13. Yogya Tasik HZ
  14. Yogya Mitra Batik
  15. Asia departement store 1
  16. Asia departement store 2
  17. Borobudur departement store
  18. Matahari Departement store
  19. Agung Departement store HZ
  20. Samudra Toserba HZ
  21. Samudra 1 HZ
  22. Giant hypermarket
  23. Cahaya Departement Store
  24. Tasik Indah Plaza
  25. Living Plaza
  26. Lottemart Wholesale

Perhubungan

Kota Tasikmalaya terletak di jalur selatan Jawa Barat, Kota Tasikmalaya juga memiliki terminal bus Tipe A, yang merupakan salah satu terminal bus terbesar di Jawa Barat. Jalan Zaenal Mustafa atau HZ adalah jalan utama dan menjadi KM 0 ( Kilometer 0) Kota Tasikmalaya dan menjadi sentra perekonomian di kota ini.

Olahraga

Cabang olahraga yang banyak menetaskan atlet-atlet dari kota ini adalah bulu tangkis, atletik,pencak silat dan renang. Ada satu buah stadion besar di Kota Tasikmalaya, yakni GOR Dadaha yang seringkali dijadikan homebase bagi sebagian atlet di Jawa Barat. Tasikmalaya banyak melahirkan pebulu tangkis nasional dan internasional. Bukan hanya bulu tangkis saja, kota ini melahirkan banyak bibit-bibit atlet masa depan Indonesia yang kelak akan mengharumkan nama indonesia di kancah internasional.

Sumber: Situs Kota Tasikmalaya, Wikipedia

Keunggulan

PRESTASI DAN PENGHARGAAN YANG BERHASIL DIRAIH KOTA TASIKMALAYA,

PADA TAHUN 2014

NO JENIS / NAMA PENGHARGAAN PEMBERI PENGHARGAAN BIDANG PENGHARGAAN
1 Piala Wahana Tata Nugraha Kategori Lalu Lintas untuk Kota  Besar Menteri Perhubungan Bidang Lalu Lintas
2 Kota Peduli HAM Kementerian Hukum dan HAM Bidang Hukum dan HAM
3 Juara III Tk. Nasional Lomba Inovasi Pengolahan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Bidang Perikanan
4 Penghargaan Medali Tokoh Standardisasi Nasional Badan Standardisasi Nasional Pelayanan Pemerintahan
5 Penghargaan Terbaik Penyaluran Raskin Gubernur Jawa Barat Sosial Budaya
6 Juara II P2WKSS Gubernur Jawa Barat Sosial Budaya
7 Juara II Kader Posyandu Provinsi Jawa Barat Kesehatan
8 Juara II Sekolah Sehat Tingkat Provinsi a/n TK BPK Penabur Provinsi Jawa Barat Kesehatan
9 Juara II Tk. Provinsi Jawa Barat Kontes Ternak Kambing PE Kategori Raja Pejantan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Bidang Peternakan
10 Peringkat ke 3 Penerapan Keterbukaan Informasi Publik Terlengkap Tingkat Provinsi Jawa Barat Gubernur Jawa Barat dan                                       Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Komunikasi dan Informasi
11 Peringkat ke 2 kategori Penyediaan Informasi Publik Terlengkap Tingkat Provinsi Jawa Barat Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Komunikasi dan Informasi
12 Peringkat ke 4 kategori Pembentukan Pejabat Pengelola Informasi Publik dan Dokumentasi Terlengkap Tingkat Provinsi Jawa Barat Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Komunikasi dan Informasi
13 Peringkat ke 5 kategori Pengumuman Informasi Publik Terlengkap Tingkat Provinsi Jawa Barat Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat Komunikasi dan Informasi

 

PADA TAHUN 2013

NO JENIS / NAMA PENGHARGAAN PEMBERI PENGHARGAAN BIDANG PENGHARGAAN
1 Plakat Lingkungan Hidup Menteri Lingkungan Hidup Hutan Kota Terbaik
2 Wahana Tata Nugraha Menteri Perhubungan Kategori Lalu Lintas
3 Penghargaan Adi Bakti Tani Menteri Pertanian Unit Pelayanan Publik Berprestasi Bidang Pertanian (Rumah Potong Hewan dan Pasar Hewan)
4 Swasti Saba Padapa Menteri Kesehatan Kota Sehat
5 Penghargaan HAM (Hak Azasi Manusia) Menteri Hukum dan HAM Kota Peduli Hak Azasi Manusia
6 Juara III Tingkat Nasional Menteri Kesehatan Kategori Pelayanan KB di RSUD
7 Juara II Tingkat Provinsi Jawa Barat Gubernur Jawa Barat Lomba Gugus PAUD
8 Juara III Tingkat Provinsi Jawa Barat Gubernur Jawa Barat Kinerja Kelembagaan Unit Pelayanan Pubik
9 Juara III Tingkat Provinsi Jawa Barat Gubernur Jawa Barat Gerakan PKK KB-Kesehatan
10 Pengelola Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat Gubernur Jawa Barat Program KB Melalui Jalur Keagamaan
11 Penghargaan Gubernur Jawa Barat Kota Terbaik Penanggulangan HIV AIDS
12 Peringkat II Penghargaan KB Indonesia Hospital Management Award versi AWARD – IHMA 2013 Kategori Hospital Family Planning Project
13 Peringkat II BKKBN Provinsi Jawa Barat Pencapaian KB Pasca Persalinan dan PK-MKJP di Rumah Sakit

Data Wilayah

Perusahaan

Perizinan & Pembiayaan