Kota Bogor

388 Hits

Profil

Lambang BogorKota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 59 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya 1.030.720 jiwa (2014). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 Kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 68 Kelurahan. Pada masa Kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (pengucapan: boit’n-zôrkh”, bœit’-) yang berarti “tanpa kecemasan” atau “aman tenteram”.

Montage of Bogor.jpgHari jadi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

Bogor (berarti “enau”) telah lama dikenal dijadikan pusat pendidikan dan penelitian pertanian nasional. Di sinilah berbagai lembaga dan balai penelitian pertanian dan biologi berdiri sejak abad ke-19. Salah satunya yaitu, Institut Pertanian Bogor, berdiri sejak awal abad ke-20.

Letak

Kota Bogor terletak di antara 106°43’30”BT – 106°51’00”BT dan 30’30”LS – 6°41’00”LS serta mempunyai ketinggian rata-rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter dengan jarak dari ibu kota kurang lebih 60 km.

Batas Wilayah

Kota Bogor berbatasan dengan Kecamatan-kecamatan dari Kabupaten Bogor sebagai berikut:

  • Utara : Sukaraja, Bojong Gede, dan Kemang
  • Timur : Sukaraja dan Ciawi
  • Selatan : Cijeruk dan Caringin
  • Barat : Kemang, Ciomas dan Dramaga

Pembagian Administratif

Berkas:Bogor Plaza 1994.jpgKecamatan di Kota Bogor adalah:

  • Bogor Barat
  • Bogor Selatan
  • Bogor Tengah
  • Bogor Timur
  • Bogor Utara
  • Tanah Sareal

Iklim, topografi, dan geografi

Kota Bogor terletak pada ketinggian 190 sampai 330 m dari permukaan laut. Udaranya relatif sejuk dengan suhu udara rata-rata setiap bulannya adalah 26 °C dan kelembaban udaranya kurang lebih 70%. Suhu rata-rata terendah di Bogor adalah 21,8 °C, paling sering terjadi pada Bulan Desember dan Januari. Arah mata angin dipengaruhi oleh angin muson. Bulan Mei sampai Maret dipengaruhi angin muson barat.

Kemiringan Kota Bogor berkisar antara 0–15% dan sebagian kecil daerahnya mempunyai kemiringan antara 15–30%. Jenis tanah hampir di seluruh wilayah adalah latosol coklat kemerahan dengan kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm dan tekstur tanah yang halus serta bersifat agak peka terhadap erosi. Bogor terletak pada kaki Gunung Salak dan Gunung Gede sehingga sangat kaya akan hujan orografi. Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan. Hampir setiap hari turun hujan di kota ini dalam setahun (70%) sehingga dijuluki “Kota Hujan”.

Keunikan iklim lokal ini dimanfaatkan oleh para perencana kolonial Belanda dengan menjadikan Bogor sebagai pusat penelitian botani dan pertanian, yang diteruskan hingga sekarang.

Kedudukan geografi Kota Bogor di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor serta lokasinya yang dekat dengan ibu kota negara, Jakarta, membuatnya strategis dalam perkembangan dan pertumbuhan kegiatan ekonomi. Kebun Raya dan Istana Bogor merupakan tujuan wisata yang menarik. Kedudukan Bogor di antara jalur tujuan Puncak/Cianjur juga merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan ekonomi.

Kota Bogor mempunyai luas wilayah 118,5 km². Di kota ini juga mengalir beberapa sungai yang permukaan airnya jauh di bawah permukaan dataran, yaitu: Ci (Sungai) Liwung, Ci Sadane, Ci Pakancilan, Ci Depit, Ci Parigi, dan Ci Balok. Topografi yang demikian menjadikan Kota Bogor relatif aman dari bahaya banjir alami.

Sejarah

Abad ke lima

Bogor ditilik dari sejarahnya adalah tempat berdirinya Kerajaan Hindu Tarumanagara di abad ke lima. Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim di tempat yang sama dikarenakan daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan di saat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah pada sentra-sentra perdagangan saat itu. Namun hingga kini, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa arkeolog ternama seperti Prof. Uka Tjandrasasmita, keberadaan tempat dan situs penting yang menyatakan eksistensi kerajaan tersebut, hingga kini masih belum ditemukan bukti autentiknya.

Kerajaan Sunda

Di antara prasasti-prasasti yang ditemukan di Bogor tentang kerajaan-kerajaan yang silam, salah satu prasasti tahun 1533, menceritakan kekuasaan Raja Prabu Surawisesa dari Kerajaan Sunda. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib dan keramat, sehingga dilestarikan sampai sekarang. Kerajaan Pajajaran memiliki pengaruh kekuasaan tidak hanya seluas Jawa Barat, Jakarta dan Banten tapi juga mencakup wilayah Lampung. Kerajaan Sunda yang beribukota di Pajajaran juga mencakup wilayah bagian selatan pulau Sumatera. Setelah Pajajaran diruntuhkan oleh Kesultanan Banten maka kekuasaan atas wilayah selatan Sumatera dilanjutkan oleh Kesultanan Banten.

Pakuan atau Pajajaran yang merupakan ibu kota pemerintahan Kerajaan Sunda (yang sering disebut juga sebagai Kerajaan Pajajaran sesuai nama ibukotanya) diyakini terletak di Kota Bogor, dan menjadi pusat pemerintahan Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja Ratu Haji I Pakuan Pajajaran) yang dinobatkan pada 3 Juni 1482. Hari penobatannya ini diresmikan sebagai hari jadi Bogor pada tahun 1973 oleh DPRD Kabupaten dan Kota Bogor, dan diperingati setiap tahunnya hingga saat ini.

Zaman Kolonial Belanda

Setelah penyerbuan tentara Banten, catatan mengenai Kota Pakuan hilang, dan baru ditemukan kembali oleh ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeck pada tahun 1687. Mereka melakukan penelitian atas Prasasti Batutulis dan beberapa situs lainnya, dan menyimpulkan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Kota Bogor.

Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff membangun Istana Bogor seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendels yang menghubungkan Batavia dengan Bogor. Bogor direncanakan sebagai sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal. Dengan pembangunan-pembangunan ini, wilayah Bogor pun mulai berkembang.

Setahun kemudian, van Imhoff menggabungkan sembilan distrik (Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga, dan Kampung Baru) ke dalam satu pemerintahan yang disebut Regentschap Kampung Baru Buitenzorg. Di kawasan itu van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana Gubernur Jenderal. Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, hingga puncak Gunung Salak, dan puncak Gunung Gede.

Kebun Raya Bogor

Ketika VOC bangkrut pada awal abad ke sembilan belas, wilayah nusantara dikuasai oleh Inggris di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Thomas Raffles yang merenovasi Istana Bogor dan membangun tanah di sekitarnya menjadi Kebun Raya (Botanical Garden). Di bawah Raffles, Bogor juga ditata menjadi tempat peristirahatan yang dikenal dengan nama Buitenzorg yang diambil dari nama salah satu spesies palem.

Hindia Belanda

Setelah pemerintahan kembali kepada pemerintah Belanda pada tahun 1903, terbit Undang-Undang Desentralisasi yang menggantikan sistem pemerintahan tradisional dengan sistem administrasi pemerintahan modern, yang menghasilkan Gemeente Buitenzorg.

Pada tahun 1925, dibentuk provinsi Jawa Barat (provincie West Java) yang terdiri dari 5 karesidenan, 18 kabupaten, dan kotapraja (stadsgemeente). Buitenzorg menjadi salah satu stadsgemeente.

Zaman Jepang

Pada masa pendudukan Jepang pada tahun 1942, pemerintahan Kota Bogor menjadi lemah setelah pemerintahan dipusatkan pada tingkat karesidenan.

Masa kemerdekaan

Pada tahun 1950, Buitenzorg menjadi Kota Besar Bogor yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 1950. Pada tahun 1957, nama pemerintahan diubah menjadi Kota Praja Bogor, sesuai Undang-Undang nomor 1 tahun 1957. Kota Praja Bogor berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor, dengan Undang-Undang nomor 18 tahun 1965 dan Undang-Undang nomor 5 tahun 1974. Kotamadya Bogor berubah menjadi Kota Bogor pada tahun 1999 dengan berlakunya Undang-Undang nomor 22 tahun 1999.

Berkas:Stasiun Bogor 2014.jpegStasiun kereta dan terminal bus

  1. Stasiun Bogor, stasiun utama Kota Bogor yang merupakan warisan dari zaman Belanda. Sekitar tahun 1960-an stasiun ini melayani keberangkatan ke Yogyakarta melalui Sukabumi dan Bandung.
  2. Stasiun Sukaresmi
  3. Stasiun Cilebut, stasiun penghubung rute Jakarta – Bogor.
  4. Stasiun Bojong Gede, stasiun penghubung rute Jakarta – Bogor.
  5. Stasiun Citayam
  6. Stasiun penghubung rute Jakarta – Bogor dan Duri – Nambo. Nantinya, stasiun ini stasiun menjadi stasiun penghubung rute Duri – Jatimekar. Dulunya stasiun ini dibuka pada tahun 1940 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij, direnovasi pada tahun 1997 dan di sebelahnya terdapat Stasiun Tjitajam TTS atau disebut Stasiun Pabuaran dulunya pernah menjadi stasiun pemberangkatan trem TTSM jika hendak pergi ke Nambo, Cileungsi, Bantargebang, Jonggol, Cariu, Cikalong, Cipanas dan Cianjur. Kini stasiun ini ditutup tahun 1998.
  7. Stasiun Nambo
  8. Stasiun penghubung rute Duri – Nambo. Nantinya, stasiun ini menjadi stasiun penghubung rute Duri – Jatimekar. Dulunya stasiun ini dibuka tahun 1940 oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij, direnovasi pada tahun 1997 dan disebelahnya terdapat Stasiun Nambo TTS atau disebut Stasiun Krajan dan Stasiun Nambo TjVSM atau disebut Stasiun Karanggan dulunya merupakan stasiun pemberangkatan trem TTSM dan TjVSM. Kini stasiun ini ditutup masing-masing tahun 1997 dan 1998. Nantinya hanya Stasiun Krajan yang diaktifkan kembali untuk KRL Jabotabek pada bulan Juli 2013 dan akan diresmikan dan melayani KRL Jabotabek rute Duri – Jatimekar pada tahun 2018.
  9. Terminal Baranang Siang
  10. Terminal Wangun
  11. Terminal Bubulak
  12. Terminal Laladon

Sumber: Situs Kota Bogor, Wikipedia

Keunggulan

Prestasi dan Penghargaan

Kominfo

  • ICT Award 2013 - 2014
  • Website Terbaik
  • Pegi (Pemberingkatan e-Goverenment)

PDAM

  • Juara I dalam lomba kebersihan antar SKPD

RPH TERBADU

  • Piagam Penghargaan Citra Pelayanan Prima Tingkat Pratama Tahun 2010
  • Piagam Penghargaan Sebagai Unit Pelayanan Publik Dalam Rangka Citra Pelayanan Prima Tingkat Provinsi Jawa Barat
  • Plakat Abdi Bakti Tani Sebagai Unit Kerja Pelayanan Berprestasi Utama Atas Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan Kepada Masyarakat Dengan Baik
  • Piagam Penghargaan dari Direktur Kesmavet Direktorat Jenderal Peternakan untuk kegiatan Peningkatan Kompetensi Auditor NKV
  • Piagam Penghargaan kepada Kepala UPTD RPH sebagai narasumber/pembimbing lapang “temu wicara” Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan
  • Piagam Penghargaan mengenai Pengolahan Hasil Ternak secara Terpadu
  • Piagam Penghargaan untuk Partisipasi dalam Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan/Magang
  • Piagam Penghargaan sebagai Peringkat II dalam Lomba RPH Tingkat Provinsi
  • Piagam Penghargaan dalam rangka kursus hygiena daging bagi Petugas Jabatan Pertanian Unit Rumah Sembelih Negara Brunei Darussalam
  • RPH Kota Bogor juga sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001 tentang manajemen mutu pelayanan

Data Wilayah

Peluang Investasi

West Java Inc

Pengembangan Kawasan Agribisnis Rancamaya

Agribisnis sering dijadikan salah satu prospek bisnis menarik bagi pada investor akhir-akhir ini. Kota Bogor memiliki keistimewaan sendiri, terletak pada ketinggian 190-330 meter dari permukaan laut, dengan kelembaban udara yang tinggi

Obyek Wisata

West Java Inc

Kebun Raya Bogor

Sebuah kebun raksasa dan berusia tua berdiam di tengah Kota Bogor. Jaraknya sekira 60 km dari selatan Jakarta atau hanya satu jam berkendara dari rimba beton Ibu Kota. Lokasi persisnya

Perizinan & Pembiayaan

Mekanisme Pelayanan Perizinan

Mekanisme Pengaduan

Jenis Perizinan

No Daftar Jenis Perijinan Lama Pengerjaan
1 Izin Penyelenggaraan Reklame (IPR) 14 hari
2 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 14 hari
3 Rencana tapak (Site Plan) 14 hari
4 Izin Perluasan Industri (IPI) 5 hari
5 Izin Usaha Industri (IUI) 5 hari
6 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 3 hari
7 Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 3 hari
8 Izin Gangguan Perusahaan Industri 7 hari
9 Izin Gangguan Bukan Perusahaan Industri 7 hari
10 Tanda Daftar Gudang (TDG) 5 hari
11 Izin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP) 5 hari
12 Izin Usaha Toko Modern (IUTM) 5 hari
13 Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) 5 hari
14 Izin Lokasi 14 hari
15 Izin Operasional Menara (IOM) 14 hari
16 Izin Penyelenggaraan Tempat Parkir (IPTP) 14 hari
17 Izin Apotek 14 hari
18 Izin Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 14 hari
19 Izin Mendirikan Klinik Pratama/Utama 14 hari
20 Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) 14 hari
21 Izin Usaha Angkutan 5 hari
22 Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Konsultan 14 hari
23 Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Konstruksi 14 hari
24 Izin Jalan Masuk/ Keluar Kendaraan 14 hari
25 Izin Pemakaian Lift 14 hari
26 Izin Pesawat UAP 14 hari
27 Akte Izin Pesawat Uap 7 hari
28 Izin Lokasi Pembangunan Studio dan Stasiun Pemancar Radio 7 hari
29 Izin Pendirian TK/SD/SMP/SMK Swasta 14 hari
30 Izin Pendirian/Penyelenggaraan Pendidikan Non Formal (Kursus) 14 hari
31 Izin Balai Pengobatan (BP) 7 hari
32 Izin Rumah Bersalin (RB) 6 hari
33 Izin Praktek Bidan 6 hari
34 Izin Toko Obat 5 hari
35 Izin Pengobatan Tradisional 6 hari
36 Izin Laboratorium Kesehatan 6 hari
37 Izin Optikal 6 hari
38 Izin Salon 3 hari
39 Izin Klinik Kecantikan 3 hari
40 Izin Operasional Rumah Sakit Tipe D dan Tipe C 14 hari
41 Izin Praktek Asuhan Keperawatan 5 hari
42 Izin Pelayanan Radiologi 5 hari
43 Izin Klinik Fisioterapi 5 hari
44 Izin Sehat Pakai Air (SPA) 3 hari
45 Izin Pendirian Lembaga Pelayanan Penempatan Swasta (LPPS) 14 hari
46 Izin Operasional Penyedia Jasa/Buruh 3 hari
47 Izin Penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 3 hari
48 Izin Usaha Kepariwisataan (IUK) 6 hari
49 Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional (IUP2T) 6 hari
50 Izin Usaha Angkutan Tidak Dalam Trayek 3 hari
51 Izin Usaha Mendirikan Pendidikan dan Latihan Mengemudi 3 hari
52 Izin Usaha Bengkel Umum Kendaraan Bermotor 3 hari
53 Izin Usaha Perdagangan Alat Perangkat Telekomunikasi 3 hari
54 Izin Galian Utilitas 3 hari
55 Izin Kantor Cabang dan Pelayanan Operator 6 hari
56 Izin Kantor Pusat Jasa Titipan 3 hari
57 Izin Penerbitan Jasa Titipan Kantor Agen 3 hari
58 Izin Penyelenggaraan Radio 3 hari
59 Izin Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus Untuk Keperluan Pemerintah/Badan Hukum Sepanjang Tidak Mengganggu Frekuensi Radio 3 hari
60 Izin Penangkal Petir dan Genset 1 hari
61 Izin Prinsip Penanaman Modal (PMDN) 3 hari
62 Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 3 hari
63 Izin Prinsip Perubahan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 3 hari
64 Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 3 hari
65 Izin Usaha Perluasan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 3 hari
66 Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (Merger) 5 hari
67 Izin Usaha Perubahan Penanaman Modal Dalam Negeri 3 hari
68 Izin mendirikan Rumah Sakit Sakit Tipe D dan Tipe C 14 hari
69 Izin Operasional Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) 14 hari
70 Izin Operasional Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS) 14 hari
71 Izin Penyelenggaraan PAUD Formal/Taman Kanak-Kanak (TK) 14 hari
72 Izin Operasional Sekolah Dasar (SD) 14 hari
73 Izin Operasional Sekolah Menengah Pertama (SMP) 14 hari
74 Izin Operasional Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 14 hari
75 Izin Operasional Sekolah Menengah Atas (SMA) 14 hari
76 Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) 14 hari
77 Paket A 14 hari
78 Paket B 14 hari
79 Izin Prinsip 30 hari
80 Penggunaan Pemanfaatan Tanah untuk Reklame (PPTR) 14 hari
81 Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) 14 hari
82 Izin Penyimpanan dan/atau Pengumpulan Limbah B3 14 hari
83 Izin Operasional Klinik Pratama/Utama 14 hari

Sumber: BPPTPM Kota Bogor