Kota Banjar

1457 Hits

Profil

Kota Banjar

Logo Banjar

Tugu Selamat datang di Kota BanjarKota Banjar, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota Banjar berada di perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah, yakni dengan Kabupaten Cilacap. Banjar merupakan menjadi pintu gerbang utama jalur lintas selatan Jawa Barat. Untuk membedakannya dengan Banjarnegara yang berada di Jawa Tengah, kota ini sering disebut juga Banjar Patroman (dari nama asal “Banjar Pataruman”). Luas Wilayah Kota Banjar sebesar 13.197,23 Ha, terletak di antara 07°19′ – 07°26′ Lintang Selatan dan 108°26′ – 108°40′ Bujur Timur. Berdasarkan undang-undang nomor 27 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Banjar di Provinsi Jawa Barat kurang lebih 113,49 Km2 atau 11.349 Ha.

Administratif

Secara administratif, kota ini terdiri atas 4 kecamatan yaitu Banjar, Purwaharja, Pataruman, dan Langensari, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Banjar pernah menjadi kota kecamatan bagian dari Kabupaten Ciamis, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif. Sejak tanggal 1 Desember 2002, Banjar ditetapkan sebagai kota otonom yang terpisah dari Kabupaten Ciamis.

Lansekap

Kota Banjar memiliki lansekap yang beragam. Bagian utara, selatan dan barat kota merupakan wilayah berbukit-bukit. Kota ini dibelah oleh Citanduy di bagian tengah. Terdapat pula sebagian kawasan pertanian, terutama di bagian pinggiran kota.
Zona pertanian di Kota Banjar terdiri dari persawahan, perkebunan jati yang dikelola oleh Perhutani dan hutan hujan tropis biasa.
Pada tahun 2006, pembangunan balai kota baru dan markas Kepolisian Resort baru di Kecamatan Purwaharja mengharuskan pemotongan sejumlah bukit dan penggundulan hutan jati.

Citanduy

Citanduy yang membelah Kota Banjar telah dibelokkan alirannya di Purwaharja dalam proyek Citanduy – Ciwulan. Proyek ini bertujuan untuk mengaliri sawah di daerah Langensari. Deposit pasir ditemukan di beberapa bagian sungai.

Ekonomi

Salah satu indikator yang dapat dipakai untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Banjar cukup signifikan yaitu 4,20 % pada tahun 2003 menjadi 4,40 % pada tahun 2004. Hal ini disebabkan oleh naiknya kembali perkembangan produksi yang menyumbang cukup besar bagi PDRB Kota Banjar. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Banjar dapat dilihat melalui indikator pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. PDRB Kota Banjar Atas Dasar Harga Konstan naik dari Rp. 538.477,50 juta pada tahun 2003 menjadi Rp.562.184,33 juta tahun 2004. PDRB perkapita Atas Dasar Harga Konstan naik Rp.3.343.293,27 pada tahun 2003 menjadi Rp. 3.454.897,19 pada tahun 2004.

Sejarah

  1. Pada 612 Masehi dalam buku Yuganing Raja Kawasa, Prabu Wreti-kandayun, putra Prabu Kandiawan dari Kerajaan Kendan mendirikan negara Galuh. Pusat kota ditetapkan di daerah Karangkamulyan, dibentengi oleh Sungai Cimuntur dan Sungai Citanduy. Wilayah ini dilalui sungai Citanduy dan dijadikan bandar yang memiliki banyak pohon tarum. Kemudian, wilayah ini terkenal dengan nama Bandar Tarum, dan berkembang menjadi Banjar Tarum, dan akhirnya menjadi Banjar Patroman.
  2. Pada 1579, Kerajaan Sunda Pajajaran runtuh karena pengaruh agama Islam. Wilayah Banjar menjadi bagian dari Kerajaan Galuh dan dijadikan tempat berdagang dan berkumpul para ulama.
  3. Pada 1595, Kerajaan Galuh dikuasai oleh Mataram di bawah Sutawijaya atau Panembahan senopati (1586-1601). Wilayah Banjar masuk Kabupaten Kawasen.
  4. Awal abad ke-19, Wilayah Banjar masuk bagian dari wilayah Kabupaten Sukapura, hingga tahun 1938[3].
  5. Banjar sebagai Ibukota Kecamatan, dari tahun 1937 sampai tahun 1940.
  6. Banjar sebagai Ibukota Kewadanaan, dari tahun 1941 sampai dengan 1 Maret 1992
  7. Banjar sebagai Kota Administratif dari tahun 1992 sampai dengan tanggal 20 Februari 2003.
  8. Banjar sebagai Kota sejak tanggal 21 Februari 2003.

Akomodasi/Pariwisata

Masjid Agung BanjarKOTA BANJAR (2)

Pariwisata Kota Banjar sekarang bertambah dengan dibangunnya Waterpark dan Bendung Situ Leutik. Keberadaan dua objek wisata tersebut semakin menambah objek andalan pariwisata Kota Banjar. Waterpark yang berada di Parunglesang dilalui oleh lalu lintas Jalur Selatan Jawa. Baik itu Roda empat maupun Kereta Api.

Potensi Pariwisata Kota Banjar

KOTA BANJAR

  1. Wisata Air
    • Objek Wisata Situ Mustika (Danau)
    • Objek Wisata Situ Leutik
    • Objek Wisata Waterpark
  2. Wisata Situs/Sejarah
    • Rawa Onom / Pulomajeti (Situs)
    • Kokoplak (Situs)
    • Terowongan Binangun
  3. Wisata Kuliner
    • Jajanan Khas Sunda
    • Jajanan Seafood
    • Jajanan Oriental/Chinese food

Sebagai penunjang sarana wisata terdapat juga jasa akomodasi berupa :

  1. 9 buah berupa hotel dan penginapan dengan kapasitas kamar 159 buah dan tempat tidur sebanyak 305 buah
  2. 1 buah Rest Area
  3. Stasiun kereta api kelas 1.
  4. Terminal bus berdekatan dengan Objek Wisata Waterpark.

Stasiun Banjar, Kota Banjar3

Sumber: Situs Kota BanjarWikipedia

Keunggulan

BANJAR,(PRLM.- Berkat dukungan keras seluruh pegawai serta elemen masyarakat, Kota Banjar kembali meraih penghargaan tertinggi bidang penatausahaan keuangan, dengan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan tersebut merupakan yang kelima kalinya untuk kota yang berada di ujung timur Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala BPK RI perwakilan Provinsi Jawa Barat, Cornell S. Prawiradiningrat, langsung diterima Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukesih, didampingi Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Kalyubi.

Penyerahan berlangsung pada hari Jumat (29/5/2015) di Auditorium BPK RI Perwakilan Propinsi Jawa Barat.

"Di satu sisi kami gembira, karena kerja keras selama ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan dengan opmini WTP. Akan tetapi di sisi lain penghargaan tersebut merupakan tantangan, agar kami untuk terus meningkatkan kinerja," tutur Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, Sabtu (30/5/2015).

Diia menegaskan bahwa memertahankan predikat tersebut lebih sulit dibandingkan ketika meraih. Hal itu disebabkan karena masih ada hal yang perlu dibenahi, sehingga lebih sempurna.

"Memertahankan itu pekerjaan yang lebih sulit. Kami tidak boleh terlena, karena merupakan tantangan ke depan memberikan yang lebih baik bagi Kota Banjar. Predikat tersebut juga merupakan gambaran apa yang sebenarnya ada di Kota Banjar," ujarnya.

Keberhasilan meraih opini WTP sebanyak lima kali, lanjutnya, menjadi kabanggaan tersendiri bagi seluruh warga Kota Banjar.

Hal itu, tambah Ade Uu Sukaesih, merupakan hasil kerja keras seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD), pemangku kepentingan serta dukungan masyarakat.

"Penghargaan itu merupakan prestasi untuk seluruh warga Kota Banjar. Semua saling bahu membahu dan mengingatkan, sehingga semuanya berjalan sesuai dengan aturan. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh OPD dan warga Kota Banjar," kata Ade Uu Sukaesih.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Banjar Dadang Kalyubi menyatakan bahwa prestasi meraih lima kali opini WTP, merupakan hal yang membanggakan bagi seluruh warga Kota Banjar. Predikat tersebut, lanjutnya, harus menjadi pemicu lebih semangat dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan.

"Penghargaan itu harus mampu menjadi motovasi untuk lebih maju lagi. Mudah-mudahan nantinya setiap tahun juga bakal meraih WTP. Penghargaan tersebut hasil kerja keras semua masyarakat Kota Banjar," tuturnya.(nurhandoko wiyoso/A-89). Baca selengkapnya di sini...

Data Wilayah

Peluang Investasi

Perizinan & Pembiayaan

Visi & Misi

Visi:

"TERWUJUDNYA PELAYANAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN YANG PROFESIONAL PADA TAHUN 2018"

Misi:

  1. Menciptakan Iklim Investasi Yang Kondusif
  2. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Penanaman Modal Dan Perijinan
  3. Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Melalui Perijinan

Alur Pelayanan Perizinan

Selengkapnya di sini...

Mekanisme Pengaduan

Selengkapnya di sini...

Sumber: BPMPPT Kota Banjar