Kabupaten Majalengka

913 Hits

Profil

Lambang Kabupaten MajalengkaKabupaten Majalengka, adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Majalengka.

Sejarah

Zaman Kerajaan Budha di Talaga

Pemerintahan Batara Gunung Picung

Kerajaan Hindu di Talaga berdiri pada abad XIII Masehi, Raja tersebut masih keturunan Ratu Galuh bertahta di Ciamis, dia adalah putera V, juga ada hubungan darah dengan raja-raja di Pajajaran atau dikenal dengan Raja Siliwangi. Sunan Talaga manggung putra Pandita Prabu Darmasuci putra Batara Gunung Picung putera Suryadewata putera bungsu dari Maharaja Sunda Galuh Prabu Ajiguna Linggawisesa (1333-1340) di Galuh Kawali, Ciamis. Penguasa Kerajaan Sunda Galuh biasanya digelari Siliwangi. Daerah kekuasaannya meliputi Talaga, Cikijing, Bantarujeg, Lemahsugih, Maja dan sebagian Selatan Majalengka.Pemerintahan Batara Gunung Picung sangat baik, agam yang dipeluk rakyat kerajaan ini adalah agama Hindu.Pada masa pemerintahaannya pembangunan prasarana jalan perekonomian telah dibuat sepanjang lebih 25 Km tepatnya Talaga – Salawangi di daerah Cakrabuana.Bidang Pembangunan lainnya, perbaikan pengairan di Cigowong yang meliputi saluran-saluran pengairan semuanya di daerah Cikijing.Tampuk pemerintahan Batara Gunung Picung berlangsung 2 windu.Raja berputera 6 orang yaitu :- Sunan Cungkilak – Sunan Benda – Sunan Gombang – Ratu Panggongsong Ramahiyang- Prabu Darma Suci- Ratu Mayang KarunaAkhir pemerintahannya kemudian dilanjutkan oleh Prabu Darma Suci.

Pemerintahan Prabu Darma Suci

Disebut juga Pandita Perabu Darma Suci. Dalam pemerintahan raja ini Agama Hindu berkembang dengan pesat (abad ke-XIII), nama dia dikenal di Kerajaan Pajajaran, Jawa Tengah, Jayakarta sampai daerah Sumatera. Dalam seni pantun banyak diceritakan tentang kunjungan tamu-tamu tersebut dari kerajaan tetangga ke Talaga, apakah kunjungan tamu-tamu merupakan hubungan keluarga saja tidak banyak diketahui.Peninggalan yang masih ada dari kerajaan ini antara lain Benda Perunggu, Gong, Harnas atau Baju Besi.Pada abad XIIX Masehi dia wafat dengan meninggalkan 2 orang putera yakni:- Bagawan Garasiang – Sunan Talaga Manggung

Pemerintahan Sunan Talaga Manggung

Tahta untuk sementara dipangku oleh Begawan Garasiang,.namun dia sangat mementingkan Kehidupan Kepercayaan sehingga akhirnya tak lama kemudian tahta diserahkan kepada adiknya Sunan Talaga Manggung.Tak banyak yang diketahui pada masa pemerintahan raja ini selain kepindahan dia dari Talaga ke daerah Cihaur Maja.

Pemerintahan Sunan Talaga Manggung

Sunan Talaga Manggung merupakan raja yang terkenal sampai sekarang karena sikap dia yang adil dan bijaksana serta perhatian dia terhadap agama Hindu, pertanian, pengairan, kerajinan serta kesenian rakyat.Hubungan baik terjalin dengan kerajaan-kerajaan tetangga maupun kerajaan yang jauh, seperti misalnya dengan Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Cirebon maupun Kerajaan Sriwijaya.Dia berputera dua, yaitu :- Raden Pangrurah – Ratu Simbarkencana Raja wafat akibat penikaman yang dilakukan oleh suruhan Patih Palembang Gunung bernama Centangbarang. Kemudian Palembang Gunung menggantikan Sunan Talaga Manggung dengan beristrikan Ratu Simbarkencana. Tidak beberapa lama kemudian Ratu Simbarkencana membunuh Palembang Gunung atas petunjuk hulubalang Citrasinga dengan tusuk konde sewaktu tidur.Dengan meninggalnya Palembang Gunung, kemudian Ratu Simbarkencana menikah dengan turunan Panjalu bernama Raden Kusumalaya Ajar Kutamanggu dan dianugrahi 8 orang putera di antaranya yang terkenal sekali putera pertama Sunan Parung.

Pemerintahan Ratu Simbarkencana

Sekitar awal abad XIV Masehi, dalam tampuk pemerintahannya Agama Islam menyebar ke daerah-daerah kekuasaannya dibawa oleh para Santri dari Cirebon.juga diketahui bahwa tahta pemerintahan waktu itu dipindahkan ke suatu daerah disebelah Utara Talaga bernama Walangsuji dekat kampung Buniasih (Desa Kagok Banjaran) .Ratu Simbarkencana setelah wafat digantikan oleh puteranya Sunan Parung.

Pemerintahan Sunan Parung

Pemerintahan Sunan Parung tidak lama, hanya beberapa tahun saja.Hal yang penting pada masa pemerintahannya adalah sudah adanya Perwakilan Pemerintahan yang disebut Dalem, antara lain ditempatkan di daerah Kulur, Sindangkasih, Jerokaso Maja.Sunan Parung mempunyai puteri tunggal bernama Ratu Sunyalarang atau Ratu Parung.

Zaman Kerajaan Islam di Talaga (Pengaruh Kasultanan Cirebon)

Pemerintahan Ratu Sunyalarang

Sebagai puteri tunggal dia naik tahta menggantikan ayahandanya Sunan Parung dan menikah dengan turunan putera Prabu Siliwangi bernama Raden Rangga Mantri atau lebih dikenal dengan Prabu Pucuk Umum.Pada masa pemerintahannya Agama Islam sudah berkembang dengan pesat. Banyak rakyatnya yang memeluk agama tersebut hingga akhirnya baik Ratu Sunyalarang maupun Prabu Pucuk Umum memeluk Agama Islam. Agama Islam berpengaruh besar ke daerah-daerah kekuasaannya antara lain Maja, Rajagaluh dan Majalengka.Prabu Pucuk Umum adalah Raja Talaga ke-2 yang memeluk Agama Islam. Hubungan pemerintahan Talaga dengan Cirebon maupun Kerajaan Pajajaran baik sekali. Sebagaimana diketahui Prabu Pucuk Umum adalah keturunan dari prabu Siliwangi karena dalam hal ini ayah dia yang bernama Raden Munding Sari Ageung merupakan putera dari Prabu Siliwangi. Jadi pernikahan Prabu Pucuk Umum dengan Ratu Sunyalarang merupakan perkawinan keluarga dalam derajat ke-IV.Hal terpenting pada masa pemerintahan Ratu Sunyalarang adalah Talaga menjadi pusat perdagangan di sebelah Selatan.

Pemerintahan Rangga Mantri atau Prabu Pucuk Umum

Dari pernikahan Raden Rangga Mantri dengan Ratu Parung (Ratu Sunyalarang putri Sunan Parung, saudara sebapak Ratu Pucuk Umun suami Pangeran Santri ) melahirkan 6 orang putera yaitu :- Prabu Haurkuning – Sunan Wanaperih – Dalem Lumaju Agung- Dalem Panuntun – Dalem Panaekan Akhir abad XV Masehi, penduduk Majalengka telah beragama Islam.Dia sebelum wafat telah menunjuk putera-puteranya untuk memerintah di daerah-daerah kekuasaannya, seperti halnya :Sunan Wanaperih memegang tampuk pemerintahan di Walagsuji; Dalem Lumaju Agung di kawasan Maja; Dalem Panuntun di Majalengka sedangkan putera pertamanya, Prabu Haurkuning, di Talaga yang selang kemudian di Ciamis. Kelak keturunan dia banyak yang menjabat sebagai Bupati.Sedangkan dalem Dalem Panaekan dulunya dari Walangsuji kemudian berpindah-pindah menuju Riung Gunung, sukamenak, nunuk Cibodas dan Kulur.Prabu Pucuk Umum dimakamkan di dekat Situ Sangiang Kecamatan Talaga.

Pemerintahan Sunan Wanaperih

Terkenal Sunan Wanaperih, di Talaga sebagai seorang Raja yang memeluk Agama Islam pun juga seluruh rakyat di negeri ini semua telah memeluk Agama Islam. Dia berputera 6 orang, yaitu :- Dalem Cageur – Dalem Kulanata – Apun Surawijaya atau Sunan Kidul- Ratu Radeya – Ratu Putri – Dalem Wangsa Goparana. Diceritakan bahwa Ratu Radeya menikah dengan Arya Sarngsingan sedangkan Ratu Putri menikah dengan putra Syekh Abdul Muhyi dari Pamijahan bernama Sayid Faqih Ibrahim lebih dikenenalSunan Cipager. Dalem Wangsa Goparana pindah ke Sagalaherang Cianjur, kelak keturunan dia ada yang menjabat sebagai bupati seperti Bupati Wiratanudatar I di Cikundul. Sunan Wanaperih memerintah di Walangsuji, tetapi dia digantikan oleh puteranya Apun Surawijaya, maka pusat pemerintahan kembali ke Talaga. Putera Apun Surawijaya bernama Pangeran Ciburuy atau disebut juga Sunan Ciburuy atau dikenal juga dengan sebutan Pangeran Surawijaya menikah dengan putri Cirebon bernma Ratu Raja Kertadiningrat saudara dari Panembahan Sultan Sepuh III Cirebon.Pangeran Surawijaya dianungrahi 6 orang anak yaitu – Dipati Suwarga-Mangunjaya – Jaya Wirya – Dipati Kusumayuda – Mangun Nagara – Ratu Tilarnagara Ratu Tilarnagara menikah dengan Bupati Panjalu (Kerajaan Panjalu Ciamis) yang bernama Pangeran Arya Sacanata yang masih keturunan Prabu Haur Kuning. Pengganti Pangeran Surawijaya ialah Dipati Suwarga menikah dengan Putri Nunuk dan berputera 2 orang, yaitu :- Pangeran Dipati Wiranata- Pangeran Secadilaga atau pangeran RajiPangeran Surawijaya wafat dan digantikan oleh Pangeran Dipati Wiranata dan setelah itu diteruskan oleh puteranya Pangeran Secanata Eyang Raga Sari yang menikah dengan Ratu Cirebon mengantikan Pangeran Secanata. Arya Secanata memerintah ± tahun 1762.

Masa Penjajahan Belanda

Pembentukan Kabupaten Maja.

Tahun 1819 dibentuk Karesidenan Cirebon yang terdiri atas Keregenaan (Kabupaten) Cirebon, Kuningan, Bengawan Wetan, Galuh (Ciamis Sekarang) dan Maja. Kabupaten Maja adalah cikal bakal Kabupaten Majalengka. Pembentukan Kabupaten Maja berdasarkan Besluit (Surat Keputusan) Komisaris Gubernur Jendral Hindia Belanda No.23 Tanggal 5 Januari 1819. Kabupaten Maja adalah gabungan dari tiga distrik yaitu. Distrik Sindangkasih, Distrik Talaga, dan Distrik Rajagaluh. Kabupaten Maja beribukota di Kota Kecamatan Maja sekarang. Bupati pertama Kabupaten Maja adalah RT Dendranegara. Kabupaten Maja mencakup wilayah Talaga, Maja, Sindangkasih, Rajagaluh, Palimanan dan Kedondong.

Perubahan Nama Kabupaten Maja menjadi Kabupaten Majalengka.

Tanggal 11 Februari 1840, keluar surat Staatsblad No.7 dan BesluitGubernur Jendral Hindia Belanda No.2 yang menjelasakan perpindahan Ibukota Kabupaten ke Wilayah Sindangkasih yang kemudian diberi nama ‘Majalengka’, kemudian nama Kabupaten disesuaikan dengan nama ibukota kabupaten yang baru, dari Kabupaten Maja menjadi Kabupaten Majalengka. Pemberian nama Majalengka atau dari mana asal usul Majalengka masih menjadi misteri, Nama Majalengka menurut Legenda adalah ucapan ‘Majane Langka” dari pasukan Cirebon serta Pangeran Muhammad dan Siti Armilah ketika tidak menemukan buah Maja setelah Hutan Pohon Maja dihilangkan oleh Nyi Rambut Kasih, Ratu Kerajaan Sindangkasih. Dalam Buku Sejarah Majalengka Karya N. Kartika yang mewawancarai Budayawan Ayatrohaedi, Nama Majalengka bila diartikan dalam bahasa Jawa Kuno yaitu kata ‘Maja’ merupakan nama buah dan kata ‘Lengka’ yang berati pahit, jadi kata ‘Majalengka’ adalah nama lain dari kata Majapahit. Majalengka sebagai ibukota kabupaten selanjutnya semakin dikuatkan dengan adanya Surat Staatsblad, 1887 No. 159 mengatur dan menjelaskan tentang batas-batas wilayah dari Kota Majalengka.

Masa Penjajahan Jepang

Masa penjajahan Jepang (1942-1945) di Majalengka ditandai dengan adanya eksploitasi romusha dan pembangunan Lapangan Terbang Militer Jepang di Kawasan Ligung. Lapangan terbang ini diselesaikan pada tahun 1944, dan pasukan Jepang dari sana terbang untuk melakukan operasi militer di Burma (Myanmar) pada tahun 1945

Letak dan Pembagian Administrasi

Secara geografis Kabupaten Majalengka terletak di bagian timur Propinsi Jawa Barat. Kabupaten Majalengka terletak pada titik koordinat yaitu Sebelah Barat 108° 03′ – 108° 19 Bujur Timur, Sebelah Timur 108° 12′ – 108° 25 Bujur Timur, Sebelah Utara 6° 36′ – 5°58 Lintang Selatan dan Sebelah Selatan 6° 43′ – 7°44.

Bagian Utara wilayah kabupaten ini merupakan dataran rendah, sementara wilayah tengah berbukit-bukit dan wilayah selatan merupakan wilayah pegunungan dengan puncaknya Gunung Ceremai yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan serta Gunung Cakrabuana yang berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sumedang. Secara administratif berbatasan dengan:

  • Sebelah Utara : Kabupaten Indramayu.
  • Sebelah Selatan : Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
  • Sebaleh Barat : Kabupaten Sumedang.
  • Sebelah Timur : Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan.

Pembagian Administrasi.

Kabupaten Majalengka terdiri dari 26 Kecamatan, yang terbagi atas 330 Desa dan 13 Kelurahan. Pusat pemerintahan Kabupaten berada di Kecamatan Majalengka.

Berikut adalah kecamatan-kecamatan dalam wilayah Kabupaten Majalengka:

  1. Kecamatan Argapura
  2. Kecamatan Banjaran
  3. Kecamatan Bantarujeg
  4. Kecamatan Cigasong
  5. Kecamatan Cikijing
  6. Kecamatan Cingambul
  7. Kecamatan Dawuan
  8. Kecamatan Jatitujuh
  9. Kecamatan Jatiwangi
  10. Kecamatan Kadipaten.
  11. Kecamatan Kasokandel
  12. Kecamatan Kertajati
  13. Kecamatan Lemahsugih
  14. Kecamatan Leuwimunding
  15. Kecamatan Ligung
  16. Kecamatan Maja
  17. Kecamatan Majalengka
  18. Kecamatan Malausma
  19. Kecamatan Palasah
  20. Kecamatan Panyingkiran
  21. Kecamatan Rajagaluh
  22. Kecamatan Sindang
  23. Kecamatan Sindangwangi
  24. Kecamatan Sukahaji
  25. Kecamatan Sumberjaya
  26. Kecamatan Talaga

Kondisi Alam

Topografi dan Geografi

Bagian utara wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah, sedang di bagian selatan berupa pegunungan. Gunung Ciremai (3.076 m) berada di bagian timur, yakni di perbatasan dengan Kabupaten Kuningan. Gunung ini adalah gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat, dan merupakan taman nasional, dengan nama Taman Nasional Gunung Ciremai

Keadaan geografi khususnya morfologi dan fisiografi wilayah Kabupaten Majalengka sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh perbedaan ketinggian suatu daerah dengan daerah lainnya, dengan distribusi sebagai berikut :

Morfologi dataran rendah yang meliputi Kecamatan Kadipaten, Kasokandel, Panyingkiran, Dawuan, Jatiwangi, Sumberjaya, Ligung, Jatitujuh, Kertajati, Cigasong, Majalengka, Leuwimunding dan Palasah. Kemiringan tanah di daerah ini antara 5%-8% dengan ketinggian antara 20–100 m di atas permukaan laut (dpl), kecuali di Kecamatan Majalengka tersebar beberapa perbukitan rendah dengan kemiringan antara 15%-25%.

Morfologi berbukit dan bergelombang meliputi Kecamatan Rajagaluh dan Sukahaji sebelah Selatan, Kecamatan Maja, sebagian Kecamatan Majalengka. Kemiringan tanah di daerah ini berkisar antara 15-40%, dengan ketinggian 300–700 m dpl.

Morfologi perbukitan terjal meliputi daerah sekitar Gunung Ciremai, sebagian kecil Kecamatan Rajagaluh, Argapura, Sindang, Talaga, sebagian Kecamatan Sindangwangi, Cingambul, Banjaran, Bantarujeg, Malausma dan Lemahsugih dan Kecamatan Cikijing bagian Utara. Kemiringan di daerah ini berkisar 25%-40% dengan ketinggian antara 400–2000 m di atas permukaan laut.

Geologi

Menurut keadaan geologi yang meliputi sebaran dan struktur batuan, terdapat beberapa batuan dan formasi batuan yaitu Aluvium seluas 17.162 Ha (14,25%), Pleistocene Sedimentary Facies seluas 13.716 Ha (13,39%), Miocene Sedimentary Facies seluas 23,48 Ha (19,50%), Undiferentionet Vulcanic Product seluas 51.650 Ha (42,89%), Pliocene Sedimentary Facies, seluas 3.870 Ha (3,22%), Liparite Dacite seluas 179 Ha (0,15%), Eosene seluas 78 Ha (0,006%), Old Quartenary Volkanik Product seluas 10.283 Ha (8,54%). Jenis-jenis tanah di Kabupaten Majalengka ada beberapa macam, secara umum jenis tanah terdiri atas Latosol, Podsolik, Grumosol, Aluvial, Regosol, Mediteran, dan asosianya. Jenis-jenis tanah tersebut memegang peranan penting dalam menentukan tingkat kesuburan tanah dalam menunjang keberhasilan sektor pertanian.

Hidrologi

Dari aspek hidrologis di Kabupaten Majalengka mempunyai beberapa jenis potensi sumber daya air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Potensi sumber daya air tersebut meliputi:

Air permukaan, seperti mata air, sungai, danau, waduk lapangan atau rawa, Air tanah, seperti sumur bor dan pompa pantek dan air hujan. Sungai yang besar di antaranya adalah Cilutung, Cijurey, Cideres, Cikeruh, Ciherang, Cikadondong, Ciwaringin, Cilongkrang, Ciawi dan Cimanuk.

Iklim

Curah hujan tahunan rata-rata di Kabupaten Majalengka berkisar antara 2.400 mm-3.800 mm/tahun dengan rata-rata hari hujan sebanyak 11 hari/bulan. Angin pada umumnya bertiup dari arah Selatan dan tenggara, kecuali pada bulan April sampai dengan Juli bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan antara 3-6 knot (1 knot =1.285 m/jam).

Demografi

Jumlah Penduduk Kabupaten Majalengka Berdasarkan BPS Kabupaten Majalengka Tahun 2013 adalah 1.180.774 Jiwa terdiri dari 590.038 jiwa penduduk laki-laki dan 590.736 jiwa penduduk perempuan. Rata-rata kepadatan penduduk Kabupaten Majalengka pada tahun 2013 adalah 981 jiwa/km². Kepadatan tertinggi berada di Kecamatan Jatiwangi dengan kepadatan 2.087 jiwa/km². Wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak adalah:

  1. Kecamatan Jatiwangi : 83.450 jiwa.
  2. Kecamatan Majalengka : 69.946 jiwa.
  3. Kecamatan Cikijing : 60.581 jiwa.
  4. Kecamatan Lemahsugih : 57.928 jiwa.
  5. Kecamatan Sumberjaya : 57.353 jiwa.

Mayoritas Masyarakat Majalengka berasal dari etnis Sunda. Bahasa yang digunakan Bahasa Sunda, akan tetapi memiliki perbedaan beberapa arti dan kosakata dengan Bahasa Sunda di Kawasan Priangan. Bahasa Sunda di Majalengka merupakan bahasa Sunda dialek Tengah Timur. Dibeberapa wilayah Majalengka masyarakatnya merupakan Etnis Cirebon/Wong Cerbon dan menggunakan bahasa Cirebon, seperti di utara dan Timur Jatitujuh, Kertajati, Ligung, Sumberjaya dan Desa Patuanan di Kecamatan Leuwimunding.

Kesenian Daerah

Sebagai wilayah yang dilalui oleh dua kebudayaan besar yaitu Sunda & Cirebon maka Kabupaten Majalengka memiliki keragaman seni budaya yaitu:

  1. Sampyong
  2. Wayang Golek
  3. Gaok
  4. Jaipong
  5. Sintren
  6. Tarling
  7. Tari topeng Beber
  8. Kuda Penca
  9. Rudat
  10. Pareresan
  11. Ngalaksa
  12. Gembyung
  13. Tari Kedempling

Makanan Khas dan Oleh-oleh

  1. Kecap Majalangka
  2. Mangga Gedong Gincu
  3. Opak
  4. Rangginang
  5. Nasi Lengko
  6. Jalakotek
  7. Emping
  8. Kripik Jagung
  9. Dodol Jambu
  10. Keripik Pisang
  11. Gula Cakar

Transportasi

Transportasi Darat

Angkutan Jalan Raya

Wilayah Kabupaten Majalengka merupakan daerah penghubung antara kawasan Priangan dengan Cirebon, dilewati Jalan Negara Bandung – Cirebon dan Cirebon – Ciamis, Selain itu pula dilintasi Jalan Tol Cikampek – Palimanan (Cikapali) dengan dua pintu tol dikawasan Kertajati dan Sumberjaya. Berikut sarana dan prasarana angkutan darat di Majalengka:

  1. Prasarana Angkutan Jalan Raya
  2. Terminal Cipaku Kadipaten
  3. Terminal Cigasong
  4. Terminal Rajagaluh
  5. Terminal Maja
  6. Terminal Talaga
  7. Terminal Cikijing
  8. Terminal Bantarujeg
Angkutan Dalam Kota
  1. Angkot 1A : Jurusan Terminal Cigasong – Terminal Cipaku Kadipaten via Jalan Jatisampay – Kartini – Suma – Makmur – Pahlawan.
  2. Angkot 1B : Jurusan Terminal Cigasong – Terminal Cipaku Kadipaten via Jalan Suha – Ahmad Yani – Babakan Jawa – Letkol A. Gani – Imam Bonjol.
  3. Angkot IC : Jurusan Terminal Cigasong – Terminal Cipaku Kadipaten via Jalan Gerakan Koperasi – Ahmad Kusumah – Jatisampay – Kesehatan – Pertanian.
  4. Angkot ID : Jurusan Terminal Cigasong – Terminal Cipaku Kadipaten via Pasirmuncang-Cijurey-Leuwiseeng
Angkutan Perkotaan
  1. Angkot Cigasong – Rajagaluh
  2. Angkot Cigasong – Jatiwangi
  3. Angkot Cigasong – Leuwikidang – Termical Cipaku
  4. Angkot Talaga – Cikijing
  5. Angkot Talaga – Bantarujeg – Sadawangi
  6. Angkot Rajagaluh- Prapatan
  7. Angkot Kadipaten – Jatiwangi – Prapatan
  8. Angkot Kadipaten – Jatitujuh
  9. Angkot Rajagaluh – Weragati – Jatiwangi
  10. Angkot Sumberjaya – Bantarwaru
Angkutan Antar Kota
Elf (Mikro Bus)
  1. Cikijing – Kuningan – Cirebon
  2. Cikijing – Bandung (Terminal Cicaheum)
  3. Cikijing – Bandung (Terminal Leuwipanjang)
  4. Bantarujeg – Bandung (via Wado)
  5. Kadipaten – Cirebon
  6. Rajagaluh – Cirebon
Bus
  1. Rajagaluh – Cikarang
  2. Rajagaluh – Bekasi
  3. Bantarujeg – Cikarang
  4. Bantarujeg – Bekasi
  5. Bantarujeg – Bandung
  6. Cikijing – Cikarang.
Kereta Api

Kabupaten Majalengka dahulu memiliki jalur kereta api yang menghubungkan Cirebon-Kadipaten. Dibangun oleh perusahan swasta Belanda Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) pada tahun 1901. Jalur ini kemudian ditutup pada tahun 1978 akibat kalah bersaing dengan moda angkutan darat lainnya. Berikut Daftar Eks Stasiun Kereta Api di wilayah Majalengka:

  1. Prapatan
  2. Bongas
  3. Palasah
  4. Cibolerang
  5. Jatiwangi
  6. Baturuyuk
  7. Kasokandel
  8. Cideres
  9. Kadipaten

Transportasi Udara

Sejak Tahun 2013 mulai dibangun Proyek Bandara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati. Ditargetkan Bandara Internasional ini dapat beroperasi tahun 2017. Bandara ini membutuhkan lahan seluas 1.800 hektar dan direncanakan juga terdapat kawasan Aerocity Kertajati untuk mendukung keberadaan Bandara tersebut.

Obyek Wisata

  1. Wisata Air Terjun
    1. Curug Muara Jaya : Desa Argamukti Kecamatan Argapura.
    2. Curug Sawer : Desa Argamukti Kecamatan Argapura.
    3. Curug Sempong : Desa Sidamukti Kecamtan Majalengka.
    4. Curug Tonjong : Desa Teja Kecamatan Rajagaluh.
    5. Curug Baligo : Desa Padaherang Kecamatan Sindangwangi
    6. Curug Cipeuteuy : Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi
    7. Curug Leles : Desa Lengkong Kulon Sindangwangi
    8. Curug Emas/Cilutung : Desa Campaga Kecamatan Talaga.
  2. Wisata Danau
    1. Situ Sangiang : Desa Sangiang Kecamatan Banjaran.
    2. Situ Cipadung : Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh.
    3. Situ Cipanten : Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang.
    4. Situ Cikuda : Desa Padaherang Kecamatan Sindangwangi.
    5. Situ Cibulakan : Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi
    6. Talaga Herang : Desa Jerukleueut Kecamatan Sindangwangi.
    7. Talaga Nila : Desa Jerukleueut Kecamatan Sindangwangi.
  3. Wisata Panorama Alam
    1. Taman Buana Marga : Desa Lemahsugih Kecamatan Lemahsugih.
    2. Perkebunan Teh Cipasung : Desa Cipasung Kecamatan Lemahsugih.
    3. Panorama Cikebo : Desa Anggrawati Kecamatan Maja dan Desa Sagara Kecamata Argapura.
    4. Panorama Panyaweuyan : Desa Tejamulya Kecamatan Argapura.
    5. Panorama Ciinjuk : Desa Cipulus Kecamatan Cikijing.
    6. Panorama Jahim : Desa Cintaasih Kecamatan Cingambul.
    7. Bendungan Rentang : Desa Randegan Kulon Kecamatan Jatitujuh.
    8. Wana Wisata Gunung Panten : Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka
  4. Wisata Sejarah dan Budaya
    1. Detail Rumah Adat Panjalin
    2. Museum Talaga Manggung : Desa Talaga Wetan Kecamatan Talaga
    3. Rumah Adat Panjalin : Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya
    4. Patilasan Prabu Siliwangi : Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh.
    5. Situs Sanghyang Lingga : Desa Banjaran Kecamatan Banjaran.
    6. Situs Gunung Ageung : Desa Cipasung Kesamatan Lemahsugih.
    7. Makam Pangeran Muhammad : Kelurahan Sindangkasih Kecamatan Majalengka.
    8. Patilasan Nyi Rambutkasih : Kelurahan Sindangkasih Kecamatan Majalengka.
    9. Makam Siti Armilah : Kelurahan Majalengka Kulon Kecamatan Majalengka.
    10. Makam Sunan Parung : Desa Sangiang Kecamatan Banjaran.
    11. Makan Sunan Wanaperih: Desa Kagok Kecamatan Banjaran
  5. Wisata Minat Khusus.
    1. Wisata Paralayang Gunung Panten: Kelurahan Munjul Kecamatan Majalengka.
    2. Sirkuit Grasstrack Buahlega : Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka.
    3. Sirkuit Motorcross Gagaraji : Desa Pangkalan Pari Kecamatan Jatitujuh.
    4. Pendakian Gunung Ciremai : Desa Argamukti Kecamatan Argapura.
    5. Bumi Perkemahan Cipanten : Desa Argalingga Kecamatan Argapura.
    6. Bumi Perkemahan Awilega : Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi.
    7. Bumi Perkemahan Leles : Desa Lengkong Kulon Kecamatan Sindangwangi.
    8. Kolam Renang Rajawali : Desa Liangjulang Kecamatan Kadipaten.
    9. Kolam Renang Tirta Indah: Desa Lengkong Kulon Kecamatan Sindangwangi.
    10. Kolam Renang Jembar Waterpark : Desa Ranji Wetan Kecamatan Kasokandel.
    11. Jatiwangi Art Factory, Desa Wisata Jatisura : Desa Jatisura Kecamatan Jatiwangi

Sumber: Situs Kabupaten Majalengka, Wikipedia

Keunggulan

beritajabar-karnaval-HUT-majalengka

Kemeriahan Karnaval Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke 525

MAJALENGKA – Karnaval Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-525, Senin. (08/06) berlangsung meriah dengan semarak berbagai pentas kesenian tradisional khas Majalengka seperti sampyong, pencak silat, karinding dan berbagai mobil hias dari SKPD dan kecamatan yang mensimbolkan potensi-potensi unggulan Kabupaten Majalengka sesuai visi-misi religius, maju dan sejahtera dan dilanjutkan dengan mewujudkan Majalengka Makmur (mandiri, aman, kondusif, maju, unggul dan religius).

Bupati Majalengka H. Sutrisno, dalam sambutannya mengatakan di usia ke-525 ini berbagai penghargaan dan prestasi yang telah dicapai terutama yang diperoleh masyarakat luas. Dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mereka yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab sehingga bisa menunjukan prestasi dan membawa harum nama baik Kabupaten Majalengka seperti dilansircirebontrust.com.

Penghargaan tersebut antara lain, Anugrah Satyalancana pembangunan dari Presiden RI atas keberhasilan melaksanakan pembinaan dan pengembangan UKM, Perolehan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah dari BPK RI untuk kedua kalinya.

“Semua penghargaan adalah prestasi yang membanggakan kita yang diperoleh melalui kerja keras dan kerjasama yang telah kita raih bersama seluruh komponen rakyat Majalengka,” ujar Bupati Sutrisno.

Sutrisno  menambahkan Momentum bersejarah Hari Jadi ke-525 tahun 2015 ini merupakan tahun kedua periode kedua kepemimpinannya bersama Wabup H. Karna Sobahi yang mampu bersinergi dan berkomitmen untuk mewujudkan Majalengka makmur yaitu tercipatnya suatu tatanan masyarakat yang maju, aman, kondusif, mandiri, unggul dan religius.

“Oleh karena itu momentum Hari Jadi ke-525 ini, kami berharap dijadikan starting point bangkitnya masyarakat Majalengka untuk melakukan perubahan di berbagai sektor untuk menuju tercapaianya Majalengka makmur,” tandasnya. Selengkapnya di sini...

Data Wilayah

Perizinan & Pembiayaan

Sekilas BPPTPM Kabupaten Majalengka

Pemberian pelayanan umum oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan perwujudan dari fungsi aparatur negara sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Terwujudnya pelayanan masyarakat yang berkualitas (prima) merupakan salah satu ciri kepemerintahan yang baik (Good Governance). Didasari hal itu, peningkatan kualitas pelayanan masyarakat senantiasa harus memperhatikan tuntutan dan dinamika masyarakat yang berada dalam euphoria reformasi, demokrasi, desentralisasi, otonomi daerah juga penegakan HAM, oleh karena itu peningkatan kualitas pelayanan masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan oleh semua jajaran pemerintah

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah antara lain ditegaskan bahwa tujuan pemberian otonomi daerah adalah berupaya memberikan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan yang semakin baik kepada masyarakat, pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan dan pemerataan. Jadi kualitas layanan aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan indikator keberhasilan otonomi daerah.

Perizinan merupakan pelayanan publik yang sangat menonjol dalam tata pemerintahan. Kenyataan yang terjadi saat ini hubungan antara pemerintahan dan masyarakat dalam hal perizinan belum optimal, karena pelayanan perizinan yang dilakukan pemerintah oleh masyarakat seringkali dinilai berbelit-belit, tidak memiliki prosedur yang jelas, tidak transparan, waktu penyelesaian tidak jelas dan ketidakjelasan biaya yang harus dikeluarkan.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di bidang perizinan, pemerintah Kabupaten Majalengka membentuk PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dalam hal ini Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk melaksanakan  pelayanan perizinan yang cepat, tepat, mudah, transparan, pasti dan terjangkau. Dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat khususnya pelayanan perizinan, maka Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Kabupaten Majalengka merupakan instansi yang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan perizinan di Kabupaten Majalengka sesuai perundang–undangan yang berlaku dengan melaksanakan koordinasi bersama dinas, badan teknis di Kabupaten Majalengka.

Sejarah pembentukan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka, berawal dari keinginan pemerintah Kabupaten Majalengka untuk memberikan pelayanan khususnya yang berkaitan dengan pelayanan perizinan secara maksimal yaitu dengan dibentuknya Badan Pelayanan Terpadu (BPT) pada bulan Maret 2008  melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka serta Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Kedudukan, Tugas Pokok dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Majalengka. Namun dalam perkembangannya sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang lebih baik dimana terjadi perampingan perangkat daerah maupun susunan organisasi lembaga teknis daerah maka Badan Pelayanan Terpadu dan Kantor Penanaman Modal kabupaten Majalengka digabung sehingga nomenklaturnya menjadi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal pada bulan Desember 2009 sebagaimana tercantum dalam Peraturan daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun 2009 tentang Oraganisasi Perangkat daerah Kabupaten Majalengka.

Dasar Hukum

Dasar Hukum Pembentukan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka :

  1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
  2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
  3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
  4. Perpres Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Bidang Penanaman Modal.
  5. Permendagri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
  6. Permendagri Nomor 20 Tahun 2008 tantang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perizinan Terpadu di Daerah.
  7. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Majalengka.
  8. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 3 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan IMB dan Retribusi IMB di Kabupaten Majalengka.
  9. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Izin Gangguan dan Retribusi Izin Gangguan di Kabupaten Majalengka.
  10. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 5 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Izin Angkutan Orang Dalam Trayek dan Retribusi Izin Trayek di Kabupaten Majalengka.
  11. Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Perizinan di Kabupaten Majalengka.
  12. Peraturan Bupati Majalengka Nomor 18 Tahun 2005 Tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Administrasi Penanaman Modal di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
  13. Peraturan Bupati Majalengka Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Penanaman Modal di Kabupaten Majalengka.
  14. Peraturan Bupati Majalengka Nomor 22 Tahun 2010 Tentang Standar Operasional Prosedur Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal di Kabupaten Majalengka.
  15. Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Satuan Organisasi Badan perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Majalengka.

Visi dan Misi

Visi

Visi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka merupakan perwujudan atau penjabaran dari visi Pemerintah Kabupaten Majalengka yaitu “Terwujudnya Suatu Tatanan Masyarakat, Pemerintahan, dan Pembangunan Majalengka yang Maju, Aman, Kondusif, Mandiri, Unggul dan Religius.”  Adapun visi Badan pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka adalah : “Terwujudnya Kabupaten Majalengka sebagi Tujuan Penanaman Modal Menuju Majalengka Maju, Aman, Kondusif, Mandiri, Unggul dan Religius”.

Misi

Misi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka merupakan bagian integral dari misi Pemerintah Kabupaten Majalengka yang memperlihatkan kebutuhan apa yang hendak dipenuhi oleh organisasi, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut dan bagaimana organisasi memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebagai bentuk nyata dari visi, ditetapkan misi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka yang menggambarkan hal yang seharusnya terlaksana, sekaligus merujuk pada pernyataan misi Pemerintah Kabupaten Majalengka, yaitu:

  1. Peningkatan pelayanan penanaman modal
  2. Peningkatan aksesibilitas masyarakat dalam promosi dan kerjasama penanaman modal
  3. Peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan non perizinan
  4. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan akuntabel
  5. Peningkatan pelayanan berbasis teknologi informasi

Motto

Motto Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka adalah sebagai berikut : “CERIA” (Cepat, Efektif, Responsif, Inovatif dan Akurat)

Janji Layanan

Janji Layanan merupakan pernyataan kesanggupan dan kewajiban penyelenggara pelayanan publik untuk melaksanakan pelayanan sesuai dengan Standar Pelayanan. Adapun Janji Layanan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka adalah : “Mulai Dari Kita Mari Bangun Citra

Jenis Dan Waktu Proses Perizinan

NO. JENIS IZIN WAKTU PROSES *)
1. Izin Prinsip Tata Ruang/Rekomendasi 14 hari kerja
2. Pendaftaran Penanaman Modal 3 hari kerja
3. Izin Prinsip Penanaman Modal 14 hari kerja
4. Izin Lokasi 14 hari kerja
5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 12 hari kerja
6. Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) 12 hari kerja
7. Izin Gangguan (IG) 10 hari kerja
8. Izin Trayek 7 hari kerja
9. Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) 3 hari kerja
10. Izin Usaha Perdagangan (IUP)  3  hari kerja
11. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 3 hari kerja
12. Tanda Daftar Gudang (TDG) 3 hari kerja
13. Izin Usaha Industri (IUI) 3 hari kerja
14. Izin Perluasan Industri (IPI) 10 hari kerja
15. Tanda Daftar Industri (TDI) 5 hari kerja
16. Izin Pengelolaan Air  Tanah 10 hari kerja
17. Izin Reklame 12 hari kerja
18. Izin Pemakaian Kekayaan Daerah 10 hari kerja
19. Izin Mendirikan Bengkel Umum Kendaraan Bermotor 10 hari kerja
20. Izin Usaha Angkutan Orang 7 hari kerja
21. Surat Izin Usaha Pariwisata dan Budaya 10 hari kerja
22. Izin Pendirian Rumah Sakit Umum Kelas C dan Kelas D 10 hari kerja
23. Izin Operasional Rumah Sakit Umum Kelas C dan Kelas D 10 hari kerja
24. Izin Pendirian Rumah Sakit  Khusus Kelas C 10 hari kerja
25. Izin Operasional Rumah Sakit Khusus Kelas C 10 hari kerja
26. Izin Klinik 10 hari kerja
27. Izin Penyelenggaraan Pelayanan Radiologi 10 hari kerja
28. Izin Laboratorium Kesehatan 10 hari kerja
29. Izin Optikal 10 hari kerja
30. Izin Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional 10 hari kerja
31. Izin Penyelenggaraan Salon Kecantikan 10 hari kerja
32. Izin Apotik 10 hari kerja
33. Izin Toko Obat 10 hari kerja
34. Izin Toko Alat Kesehatan 10 hari kerja
35. Izin Usaha Peternakan 10 hari kerja
36. Izin Usaha Pemotongan Hewan 10 hari kerja
37. Izin Usaha Penggergajian Kayu 10 hari kerja
38. Izin Usaha Penggergajian Batu 10 hari kerja
39. Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) 12 hari kerja
40. Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Bukan Kayu (IUIPHHBK) 10 hari kerja
41. Izin Pengusahaan Pariwisata Alam 12 hari kerja
Izin Usaha Pembuangan Limbah Cair 12 hari kerja
43. Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun 10 hari kerja
44. Izin Pendirian Lembaga Pelatihan Keterampilan (Otomotif,Menjahit,Kursus Bahasa,Komputer, dll) 10 hari kerja
45. Pendirian Lembaga Bursa Kerja LPTKS 10 hari kerja
46. Izin Penggilingan Padi,Huler dan Penyosohan Beras 10 hari kerja
47. Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional 12 hari kerja
48. Izin Usaha Pusat Perbelanjaan 12 hari kerja
49. Izin Usaha Toko Modern 12 hari kerja
50. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba 10 hari kerja
51. Izin Instalasi Penangkal Petir 10 hari kerja
52. Izin Jasa Titipan Untuk Kantor Agen 10 hari kerja
53. Izin Penyelenggaraan Jaringan Tetap Tertutup Lokal Wireline (End to End) Skala Kabupaten 10 hari kerja
54. Izin Instalatur Kabel Rumah/Gedung (IKR/G) 10 hari kerja
55. Izin Kantor Cabang dan Loket Pelayanan Operator 10 hari kerja
56. Izin Galian Untuk Keperluan Pengelaran kabel Telekomunikasi Skala Kabupaten 10 hari kerja
57 Izin Instalasi Genset 10 hari kerja
58. Izin Usaha Perdagangan Alat Perangkat Telekomunikasi 10 hari kerja
59. Izin Pembangunan Studio dan Stasion Pemancar Radio dan/atau Televisi 4 hari kerja
60. Izin Usaha Pertambangan 10 hari kerja
61. Izin Tempat Usaha Minuman Beralkohol 10 hari kerja
*Setelah Persyaratan Lengkap

Prosedur PerijinanMekanisme Perijinan

Secara singkat prosedur penyelesaian pelayanan yang dilaksanakan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka mulai dari proses permohonan masuk sampai dengan pengambilan surat keputusan adalah sebagai berikut :

  1. Pemohon mengambil formulir dan mendapatkan informasi persyaratan di petugas informasi/front office.
  2. Pemohon mengisi formulir dan melengkapi persyaratan.
  3. Formulir dan berkas persyaratan disampaikan ke loket pelayanan.
  4. Petugas Pelayanan memeriksa kelengkapan berkas persyaratan dengan ketentuan apabila sesuai dengan persyaratan, petugas memberikan resi penerimaan berkas dan melakukan registrasi permohonan.
  5. Bagi pemohon yang mewakilkan agar melampirkan surat kuasa, ditandatangani dan bermaterai.
  6. Petugas pelayanan mengembalikan berkas permohonan dan persyaratan kepada pemohon apabila persyaratan tidak lengkap/tidak sesuai dengan persyaratan.
  7. Berkas yang telah diregristasi oleh petugas pelayanan kemudian diteruskan kepada petugas pengolahan untuk memverifikasi dan memvalidasi berkas permohonan perizinan.
  8. Apabila hasil verifikasi dan validasi menyatakan bahwa berkas tidak memenuhi persyaratan untuk dilakukan pemrosesan, berkas dikembalikan kepada pemohon.
  9. Apabila hasil verifikasi dan validasi menyatakan bahwa berkas memenuhi persyaratan tanpa pemeriksaan lapangan dan/atau pengkajian oleh Tim Teknis, naskah izin dan atau non izin dapat diproses untuk ditandatangani oleh Kepala Badan.
  10. Apabila hasil verivikasi dan validasi menyatakan bahwa berkas memenuhi persyaratan administrasi tetapi memerlukan pemeriksaan lapangan dan atau pengkajian oleh tim teknis, maka tim teknis melakukan pemeriksaan atau pengkajian yang dikoordinasikan oleh bidang pelayanan.
  11. Tim Teknis membuat laporan hasil pemeriksaan lapangan dan atau pengkajian dilengkapi dengan berita acara kepada Kepala Badan dengan tembusan kepada Kepala OPD yang bersangkutan.
  12. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan atau pengkajian dinyatakan bahwa berkas tidak memenuhi persyaratan, Kepala Badan membuat surat penolakan atas permohonan tersebut.
  13. Apabila berdasarkan pemeriksaan lapangan dan atau pengkajian dinyatakan bahwa berkas memenuhi persyaratan, Kepala Badan menandatangani izin dan atau non iz
  14. Perizinan yang sudah ditandatangani oleh Kepala Badan disampaikan kepada petugas administrasi, selanjutnya diterbitkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah ( SKRD ).
  15. Pemohon mengambil Surat Ketetapan Retribusi Daerah ( SKRD ) dan membayar retribusi di loket pembayaran/bank yang telah disediakan.
  16. Berdasarkan bukti pembayaran dan atau resi penerimaan berkas yang telah diregristasi, pemohon mengambil perizinan ke loket pengambilan pada bidang administrasi.

Naskah/penolakan izin dan atau non izin yang sudah ditandatangani diserahkan oleh bidang administasi kepada pemohon

Mekanisme Perijinan

Mekanisme Pengaduan Perijinan

Mekanisme pengaduan pelayanan perizinan Badana Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka sebagai berikut :

  1. Masyarakat pemohon izin memberikan pengaduan ke Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Majalengka melalui:
    1. Media surat/tertulis. Surat yang masuk akan diberikan kepada petugas pengaduan untuk dilakukan penomoran surat masuk dan kemudian baru dilakukan penanganan pengaduan atau dengan mengisi form yang telah disediakan dengan mencantumkan data diri/identitas  yang  jelas  dan dapat dipertanggungjawabkan.
    2. Media telepon. Melalui telepon (0233) 8286600 penanganan pengaduan akan dilakukan dengan cara berkoordinasi secara langsung dengan bagian pengaduan.
    3. Media faximile. Melalui faximile (0233) 8286599 penanganan pengaduan akan disampaikan ke petugas pengaduan
    4. Media internet. Pengaduan ditujukan melalui website www.bpptpm.majalengkakab.go.id atau email bpptpm@Majalengkakab.go.id
    5. Media langsung/tatap muka. Masyarakat pengadu akan ditemui langsung oleh minimal Pejabat Esselon IV.a (Kasubid Pelayanan Perizinan) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal.
  1. Petugas pengaduan menerima, mencatat pengaduan ke dalam buku register, memberi resi dan nomor pengaduan
  2. Petugas pengaduan menyampaikan pengaduan ke Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal disertai lembar disposisi.
  3. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal memberi disposisi kepada Kepala Bidang Perizinan untuk menganalisa pengaduan (jenis izin, waktu, dan sebagainya), melakukan rapat pembahasan pengaduan dengan OPD terkait dan membuat berita acara pembahasan pengaduan.
  4. Penyampain hasil rapat pembahasan pengaduan kepada Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal, menindaklanjuti dan menyerahkan kepada petugas pengaduan untuk disampaikan kepada pemohon pengaduan.
  5. Pengaduan dinyatakan selesai bila pemohon pengaduan menyatakan puas, bila tidak puas pengaduan harus dianalisa kembali.

Adapun Bagan Alur Mekanisme Pengaduan Pelayanan Perizinan sebagai berikut :

Sumber: BPPTPM Kabupaten Majalengka