Insentif Fiskal Menarik Investasi

1 Hits
Oktober 5, 2018
-

Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan insetif fiskal dibutuhkan untuk menarik investasi dan pertumbuhan industri.

“Insentif fiskal dibutuhkan sebagai upaya untuk mendorong investasi  dan meningkatkan pertumbuhan sektor manufaktur” kata Airlangga pada Antara, (30/9/18).

Menurutnya, semangat pelaku industri nasional untuk memperluas bisnisnya semakin diperkuat karena didukung oleh kebijakan pemerintah pro-bisnis. Airlangga menunjukkan bahwa beberapa insentif yang telah ditunggu oleh para pengusaha, termasuk pajak dan peraturan yang super deduktif terkait dengan pajak penjualan atas barang-barang mewah.

“Insentif pajak dengan deduksi super akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan kejuruan serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (R & D) untuk menghasilkan inovasi,” jelasnya. Kementerian Perindustrian telah mengusulkan skema pajak super deduktif kepada Kementerian Keuangan.

Industri yang menyelenggarakan pelatihan kejuruan dan program pendidikan akan mendapatkan pengurangan pajak 200 persen, sementara mereka yang melakukan kegiatan R & D atau membuat inovasi akan mendapatkan pengurangan pajak 300 persen. Implementasi pajak super deduktif sejalan dengan inisiatif yang disebutkan dalam pembuatan peta jalan Indonesia 4.0.

“Ini berarti bahwa selain tunjangan pajak dan insentif fiskal tax holiday, fasilitas yang disediakan untuk industri juga akan mempercepat sektor industri manufaktur nasional untuk menghadapi revolusi industri 4.0,” jelasnya.

Airlangga mengatakan pemerintah akan mengeluarkan skema tax holiday bagi investor dengan nilai investasi di bawah Rp500 miliar (sekitar US $ 33,5 juta). Dalam skema ini investor akan mendapatkan potongan pajak penghasilan sebesar 60 persen.

Source: www.antaranews.com

Berita Serupa